Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN KERAWANAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2016

ANNISA KESUMA L, Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan yang rawan akan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Saat ini, Provinsi Sumsel sering terjadi kebakaran hutan dan lahan maka, perlu pencegahan dan penanganan yang tepat terkait pengelolaan lahannya. Informasi mengenai daerah rawan kebakaran merupakan informasi yang sangat penting dan dibutuhkan oleh fire manager atau pengambil keputusan di dalam kegiatan kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memodelkan secara spasial kerawanan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan dalam penyusunan peta ini menggunakan metode kuantitatif berjenjang tertimbang dengan 5 parameter yaitu parameter penggunaan lahan, curah hujan, kemiringan lereng, suhu permukaan, dan jarak jalan. Data suhu permukaan didapat dari citra Landsat 8 band 10 yang diolah menggunakan software envi, data kemiringan lereng didapat dari citra SRTM yang diolah menggunakan softwareArcMap, dan data lainnya sudah berupa data shapefile yang diperoleh dari BAPPEDA Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Banyuasin memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang sedang disetiap wilayah. Sebanyak 114.389 Ha lahan atau sekitar 9,7% luas Kabupaten Banyuasin memiliki tingkat kerawanan kebakaran rendah, 268.327 Ha atau sekitar 22,7% luas Kabupaten Banyuasin memiliki tingkat kerawanan kebakaran sedang, dan sebanyak 795.986 Ha atau sekitar 67,5% luas Kabupaten Banyuasin memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Hasil uji akurasi pemodelan spasial kerawanan kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Banyuasin 2016 memiliki nilai akurasi 62% dari peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015.

Banyuasin is one of the regency in South Sumatra Province that had a risk to the danger of forest fire. This time, South Sumatra had a high frequently to forest fires so it needs proper prevention and response related to land management. Information about forest fire areas is very important and required by fire managers. The research aimed to mapping and spatial modelling for the land and forest fire hazard in Banyuasin regency. The method was conducted by using a rate of weighting quantitative with five parameters which is the parameters of land use, precipitation, slope, surface temperature, and distance of the road. Surface temperature data obtained from the Landsat 8 band 10 which is processed by using ENVI software, the slope data obtained from the SRTM which processed by using ArcMap software, and the others data is already a shapefile data from BAPPEDA in South Sumatera. The results showed that Banyuasin have a medium level of forest fire hazard in every region. 114.389 hectares of land, or about 9,7% from Banyuasin Regency have a low level of forest fire hazard, 795.986 hectares of land or about 22.7% have a moderate level of forest fire hazard, and 795.986 hectares of land or about 67,5% have a high level of forest fire hazard from total area of Banyuasin Regency. The result of accurate experiment of the spatial modelling land and forest fire hazard in Banyuasin had value amount 62% from the forest fire hazard map of South Sumatera in 2015.

Kata Kunci : Kerawanan Kebakaran, Kuantitatif Berjenjang Tertimbang

  1. D3-2016-351550-abstract.pdf  
  2. D3-2016-351550-bibliography.pdf  
  3. D3-2016-351550-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2016-351550-title.pdf