Laporkan Masalah

Hegemoni Agrikultural Rekayasa Genetika di Filipina

JENNI ILLONA, Dr. Maharani Hapsari, S. IP., M. A

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Terdapat banyak aktor-aktor berkuasa yang memainkan proyek politik dalam pasar agrikultur internasional, antara lain korporasi adikuasa, organisasi supranasional, inter-govermental, dan think-tanks. Kekuasaan dari aktor-aktor berkuasa ini telah menjadi sebuah fenomena di arena internasional yang dapat dihubungkan dengan pengaruh yang kuat dari globalisasi yang berdampak pada semua region di dunia terutama region Asia Tenggara. Produksi dan pemanfaatan yang masif dari genetically modified organisms (GMOs) dalam metode agrikultur bioteknologi modern telah digunakan oleh aktor-aktor berkuasa ini sebagai instrumen kekuasaan agar dapat melakukan kontrol terhadap pasar agrikultur internasional. Negara-negara yang terdapat dalam kawasan-kawasan di seluruh dunia, seperti halnya Filipina di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu sub-ordinasi dari proyek politik yang dimainkan oleh aktor-aktor berkuasa ini. Problematika GMO dan bioteknologi modern menjadi salah satu diskursus yang muncul dalam perdebatan ekonomi politik internasional. Karya skripsi ini menjelaskan hegemoni bioteknologi modern dalam sektor agrikultur di Filipina. Dengan menggunakan tradisi pemikiran Gramscian dan Neo-Gramscian serta analisis ekonomi politik internasional (EPI) penulis menejelaskan hegemoni yang mempengaruhi moda produksi agrikultur Filipina. Hegemoni inilah yang kemudian mengarahkan negara ini menjadi negara biotek raksasa ASEAN

There are so many powerful actors that played political projects in international agricultural market, such as superpower corporate capitals, supranational, intergovernmental and think-tanks organizations. The power of these actors has been a phenomenon in international arena that link to the impacts of globalization which affects all regions in the world, especially in the region of South-East Asia. Massive production and the usage of genetically modified organisms (GMOs) inside the methods of agricultural modern biotechnology has been used by these powerful actors as instruments of their power to control the international agricultural market. States inside the regions all over the world, as well as the Philippines in South-East Asia, became one of the subordinations of the political project played by these powerful actors. The problematics of GMOs and the modern biotechnology in agriculture became one of the discourse that emerged in international political-economy (IPE) debate. This undergraduate thesis examines the hegemonic power of modern biotechnology methods in the Philippines agricultural sector. By using Gramscian and Neo-Gramscian tradition of thoughts and IPE analysis author explain the hegemonic power that influence the mode of productions in the Philippines agriculture. This hegemonic power lead this state to become ASEAN Biotech Mega-Country

Kata Kunci : Hegemony, International Political Economy, Modern Biotechnology, GMO, Philippines, Gramsci.

  1. S1-2016-264995-abstract.pdf  
  2. S1-2016-264995-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-264995-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-264995-title.pdf