Laporkan Masalah

PENGADAAN JARING KONTROL DENGAN SURVEI GNSS METODE RELATIF STATIK DI SEKITAR JALAN LAYANG JOMBOR

PRADITYA MUKTI ALI, Dr. Ir. T. Aris Sunantyo, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Jalan layang Jombor terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dibangun untuk mengurangi permasalahan lalu lintas pada simpang empat Jombor. Jalan layang Jombor memiliki superelvasi yang memberikan keamanan dan kenyamanan berkendara, untuk pengguna jalan dari arah Solo menuju Magelang. Pentingnya keselamatan dan kenyamanan berkendara mengakibatkan perlu dilakukannya evaluasi dalam hal geometri jalan layang, terutama pada geometri superelevasi. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran ekstra teristris dengan metode survei GNSS RTK radio. Pekerjaan pengukuran as-built jalan layang Jombor dengan metode survei GNSS RTK radio membutuhkan titik kontrol yang digunakan sebagai titik referensi pengukuran. Metode survei GNSS RTK radio membutuhkan titik-titik referensi yang telah memiliki koordinat dengan ketelitian yang sesuai dengan toleransi. Dikarenakan pada wilayah penelitian belum tersedia jaring kontrol untuk pengukuran as-built, oleh karena itu perlu dilakukan pengadaan jaring kontrol dengan metode relatif statik di wilayah tersebut. Penelitian diawali dengan pemasangan empat buah pilar sebagai bentuk fisik titik referensi pengukuran as-built jalan layang Jombor. Akuisisi data dilakukan dengan menggunakan receiver GNSS dengan metode relatif statik dengan skema pengukuran yang telah ditentukan berdasar hasil evaluasi konfigurasi baseline jaring kontrol GNSS oleh Alkindy (2016). Akuisisi data dilakukan selama ± 6 jam tiap sesi dan terdapat tiga sesi pengukuran. Data hasil pengukuran diikatkan ke sejumlah stasiun IGS dan dibentuk beberapa konfigurasi jaring yang dievaluasi kekuatan dan kehandalan jaringnya. Data hasil pengukuran diolah bersama data stasiun IGS menggunakan GAMIT/GLOBK. Hasil pengolahan digunakan untuk perhitungan analisis konfigurasi jaring IGS yang optimal berdasarkan nilai kekuatan jaring dan kehandalan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai koordinat beserta keteltian yang sesuai toleransi jaring kontrol orde-3 untuk pengukuran superelevasi jalan layang Jombor yang diikatkan pada titik ikat global. Konfigurasi jaring yang optimal berdasarkan nilai kekuatan jaring dan kehandalan adalah konfigurasi jaring ris3. Konfigurasi jaring ris3 memiliki nilai faktor kekuatan jaring paling minimum sebesar 0,0129. Konfigurasi jaring ris3 memiliki nilai kehandalan dalam dan kehandalan luar < 6. Konfigurasi jaring kontrol GNSS yang paling optimal berdasarkan nilai faktor kekuatan jaring dan kehandalan adalah konfigurasi ris3, hal ini karena jumlah stasiun IGS yang digunakan pada konfigurasi ris3 lebih banyak daripada konfigurasi lainnya dan tersebar pada 4 kuadran.

Jombor overpass is Located in Sleman, Yogyakarta, built for reducing traffic problem at the intersection of Jombor. Jombor overpass has a superelevation that gives driving safety and comfortibility to drivers from Solo to Magelang. The importance of driving safety and comfortability should lead to the evaluation in terms of the geometry of the overpass, especially the superelevation's geometry. The overpass's geometry evaluated by extra terristral measurement using GNSS RTK radio surveying method. Jombor overpass's as-built measurement using GNSS RTK radio surveying method needs control station that used for the basestation. GNSS RTK radio surveying method needs reference station along with the coordinates and standard deviation that apropriate with the tolerance. Since reference stations around the area of the research not procured yet for the as-built measurement, it's important to procure control network by the relative static method using GNSS receiver over the area of Jombor overpass. The data acquisition use GNSS receiver by relative static method with a measurement scheme that has been determined based on the results of evaluation of the control network's baseline configuration by Alkindy (2016). Data acquisition is done for ± 6 hours per session and there are three measurement sessions. The recorded data is tied to a number of IGS stations and set up some network configuration that evaluated by the strength and realiability of the network. The recorded data is processed together with the IGS stations's data using GAMIT/GLOBK. Results of the processing used for calculation of the optimal IGS network configuration based on the reliability and the strength of the network The results obtained from this study is the coordinates value with precision in accordance with the 3rd order control network's tolerance for the superelevation of overpass Jombor's surveying that tied to the IGS stations. The optimal control network based on the strength and reliability is ris3 control network configuration. Ris3 control network configuration has the minimum value of network strength of 0,0129. Ris3 control network configuration has reliability value < 6. The most optimal control network confguration based on the vale of network strength and reliability value is ris3 control network configuration because the IGS stations that used by this configuration has a higher number than the other configurations and scattered over four quadrant.

Kata Kunci : Overpass, control network, as-built, GAMIT/GLOBK, network configuration.

  1. S1-2016-333279-bibliography.pdf  
  2. S1-2016-333279-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2016-333279-title.pdf