LAPORAN TUGAS AKHIR EVALUASI SANITASI PERALATAN, PEKERJA DAN BANGUNAN RUANG PRODUKSI TEH HITAM PT. PAGILARAN Blado, Batang, Jawa Tengah
AGENG HARI SURYAWAN, Dr. Jumeri M Wikarta, STP, M.Si
2016 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SVSanitasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencegah, menjaga, sesuatu dari bahan yang dapat mengkontaminasi dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit. Sanitasi merupakan suatu bentuk usaha untuk memperbaiki, mempertahankan atau mengembalikan kesehatan pada tubuh manusia. Sanitasi peralatan, pekerja dan bangunan ruang produksi menjadi faktor yang cukup diperhatikan, karena proses produksi dilakukan di dalam ruangan. Oleh karena itu perlu usaha untuk menjaganya. Evaluasi sanitasi peralatan, pekerja, dan bangunan ruang produksi PT. Pagilaran Unit Produksi Batang telah dilakukan berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) Nomor HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012 Tentang Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga dan SNI Prinsip Umum Higiene Pangan. Identifikasi penyebab ketidaksesuaian sanitasi peralatan, pekerja dan bangunan ruang produksi dilakukan dengan mengisi borang kesesuaian, kemudian dibuat tabel presentase ketidaksesuaian, dilanjutkan dengan diagram pareto, kemudian dianalisis menggunakan 5 why jamak dan diagram Ishikawa. Persentase kesesuaian sanitasi peralatan sebesar 78% sesuai dan 22% tidak sesuai, sanitasi pekerja sebesar 75% sesuai dan 25% tidak sesuai, dan sanitasi bangungan ruang produksi sebesar 54% sesuai dan 46% tidak sesuai. Masalah utama ketidaksesuaian sanitasi peralatan adalah kurang perhatian dari perusahaan untuk peralatan/mesin yang seharusnya diperbaiki ataupun diganti, selanjutnya untuk sanitasi pekerja adalah tidak adanya penyuluhan mengenai pentingnya sanitasi dari perusahaan dan kesadaran dari pekerja terhadap pentingnya alat pelindung diri, dan untuk bangunan ruang produksi adalah kurangnya sarana dan prasarana bangunan yang memadai. Sebaiknya dari pihak perusahaan lebih mengoreksi segi sanitasi selama proses produksi sehingga nanti ditemukan kekurangan yang harus diperbaiki.
Sanitation is an activity undertaken to prevent, maintain, something of a material that can contaminate with how to eliminate or regulate the environmental factors associated with the transfer of the disease. Sanitation is a form of business to fix, maintain or restore health in the human body. Sanitation equipment, workers and building production space be enough factor to note, because the production process is carried out in the room. Hence the need to attempt to preserve it. Sanitation equipment, workers, and production building of PT. Pagilaran, Batang was done based on the regulations of the food and drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia (BPOM RI) HK number 03.1.23.04.12.2206 year 2012 about good food production for industrial, household and Food Hygiene general principle of SNI. The identification of the causes of discrepancies, sanitation equipment, workers and production building was done by filling out the form alignment, then made the table percentage discrepancy, pareto diagram, then later in the analysis using 5 the why's and Ishikawa diagram. Suitability percentage sanitation of equipment, worker, and production room were 78%, 75%, and 54% respectively. And 22%, 25%, and 46% were not respectively cause of sanitary equipment mismatch was less attention from the company for equipment/machines that should have been repaired or replaced the cause of problem. The workers was the lack of sanitation awareness of the workers especially about the importance of self protector. Production building lack facilities and infrastructures. The company should evalubile sanitation implementation during the production process in order to find deficiencies that must be corrected.
Kata Kunci : Sanitation, Regulation BPOM RI, SNI, Pareto diagram, 5 Why's analysis, Ishikawa diagram