Partisipasi LMDH Bangun Wana Desa Bangunrejo Lor Dalam Pengelolaan Hutan Di BKPH Sonde KPH Ngawi
ARI PRIANTA S, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut., M.A
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVPerum Perhutani menerapkan sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di seluruh wilayah kerjanya. Pengelolaan hutan lestari mencakup aspek ekonomi, sosial, dan ekologi secara seimbang. Dalam pelaksanaan PHBM agar dapat berjalan dengan baik, terlebih dahulu dibentuk organisasi non pemerintah di wilayah desa disebut Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) agar diketahui bagaimana keberhasilan pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bangunrejo Lor, profil, aktivitas dan partisipasi LMDH Bangun Wana dalam pengelolaan hutan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, menggunakan metode studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara kepada pengurus dan anggota LMDH Bangun Wana. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif naratif. Hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat di Desa Bangunrejo Lor 76,52% termasuk masyarakat miskin, 264 pengangguran, tenaga produktif hampir 32,16%, pendidikan SD, pekerjaan petani. Aktivitas yang dilakukan LMDH dalam menjalankan program mengacu pada RPKH dan aturan dalam pengelolaan hutan yang ditetapkan yaitu pertemuan antar anggota sebanyak 3 (tiga) bulan sekali atau sesuai kegiatan yang dilakukan, pertemuan dengan BKPH maupun KPH dilakukan sesuai rencana kegiatan yang dilakukan atau hal�hal yang terkait dengan kepentingan lembaga tersebut. Partisipasi LMDH Bangun Wana dalam pengelolaan hutan antara lain : merencanakan kegiatan teknis dan non teknis kehutanan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan, pembagian tugas dalam mengelola lahan yang diperuntukkan kepada setiap anggota menyiapkan tenaga kerja dalam kegiatan pengelolaan hutan, pembagian hasil kegiatan produksi sesuai besaran kontribusi masing�masing pihak baik berupa hasil hutan kayu maupun non kayu, pertemuan dilakukan 3 bulan sekali dan sesuai kebutuhan oleh anggota LMDH.
Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) program is applied by Perum Perhutani in its entire workplace. Sustainable forest management is covered in balanced social, economy and ecological aspects. The implementation of PHBM was tergeted to create a non profitable territorial organization also known as Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) to ensure success of such program. This research was targeted to view the socio-economical condition of LMDH Bangun Wana members in the scope of forest management. This research was conducted in the village of Bangunrejo Lor, District Pitu, Ngawi, using the case study method. Data collection techniques used interviews to the board and members LMDH Bangun Wana. The data used are primary data and secondary data, and then analyzed using descriptive narrative. This research knew that Bangunrejo Lor inhabitants consist of 76,52% poor society, 264 unemployed, 32,16% productive labors, most with primary education backgrounds and farmers occupations. LMDH activities in implementing RKPH and forest regulations was to ensure that member meetings conducted every three months, also rountine meetings with BKPH or KPH representatives. Participation of LMDH Bangun Wana in forestry management as so : planning technical and non technical forestry activities in optimizing land ulitities, tasking each member to prepare work labor for land utilization, sharing every benefits of production activities according to a persons contribution, regular three months meetings and other aspirations acquired by the LMDH members.
Kata Kunci : PHBM, LMDH, masyarakat, partisipasi.