PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK KETERSEDIAAN FASILITAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA TERHADAP PROYEKSI PENDUDUK TAHUN 2016-2035
KURNIAWAN AGUNG P, Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si, M.Si
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVKota Surakarta merupakan wilayah yang mempunyai jumlah penduduk yang cukup tinggi. Jumlah penduduk yang cukup tinggi itu harus diimbangi dengan fasilitas kesehatan yang mewadahi. Akan tetapi masih terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang kurang, maka tinjauan ulang untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan standar yang ada harus dilakukan. Dampak yang akan terjadi apabila suatu wilayah terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang kurang adalah penumpukan pasien dan kurang terjaminnya kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan fasilitas kesehatan yang ada di Kota Surakarta untuk jangka tahun 2016-2035 apakah sudah sesuai jumlahnya. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode eksponensial untuk menganalisis proyeksi penduduk Kota Surakarta tahun 2016-2035. Pemilihan lokasi tempat pembangunan Fasilitas Kesehatan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dan pengharkatannya menggunakan pendekatan Kuantitatif Berjenjang Tertimbang, dimana pendekatan ini memberikan nilai pengharkatan dan menggunakan bobot yang berbeda pada setiap variabel yang digunakan dalam analisisnya. Mengambil dari teori Walter Cristaller dimana lokasi yang ideal adalah pada pusat perdagangan dan jasa. Jumlah fasilitas kesehatan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No.03-1733-2004 tentang Rencana Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Perkotaan. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta tahun 2011-2031 juga digunakan untuk mengetahui rencana tata ruang Kota Surakarta pada tahun ke depan. Hasil dari penelitian ini adalah peta rencana lokasi fasilitas kesehatan di Kota Surakarta tahun 2016-2035, yang terjadi pada eksiting sebaran fasilitas kesehatan pada tahun 2016 terdapat overestimate pada fasilitas kesehatan Rumah Sakit Daerah, Puskesmas, dan Puskesmas Pembantu. Sedangkan satu-satunya fasilitas kesehatan yang underestimate adalah Puskesmas Pembantu.
Surakarta is a region which has a population that is quite high. The population is high enough that it should be balanced with the health facility that hosts. But still there are few health facilities are lacking, then a review to get the appropriate health facilities with an existing standard should be done. The impact will occur in an area there are several wellness facilities less patient and less buildup is provided kesatan community. The purpose of this research is to know the availability of the existing health facilities in the city of Surakarta for the period 2016-2035 is already appropriate. The method used for this study is the method eksponensial to analyze the projected population of the city of Surakarta 2016-2035. The selection of the location where the construction of health facilities using the method of Analytical Hierarchy Process (AHP), and using quantitative approach tiered weighted, where this approach gives the value of the dignity and use a different weight on each of the variables used in the analysis. Taken from the theory of Walter Cristaller where is the ideal location is in the center of trading and services. The number of health facilities that were used in this study refers to the provisions of the Standard National Indonesia (SNI) No. 03-1733-2004 About the plan to build health facilities in urban areas. Map of the Spatial Plan of the region of Surakarta in 2011-2031 is also used for know the spatial plan Surakarta city in the future. The results of this research plan is the map of the location of health facilities in the city of Surakarta 2016-2035, which occurs on the eksiting distribution of health facilities by 2016 there overestimate health facilities at the Regional Hospital, health centers, and clinics helpers. While the only health facility who underestimate is the hospital Auxiliary.
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Proyeksi Penduduk, Analytical Hierarchy Process