Laporkan Masalah

PENDANGKALAN PIKIRAN (SHALLOW MIND) MAHASISWA DALAM TINDAKAN PLAGIARISME ONLINE (Studi Plagiarisme Tugas Perkuliahan Di Kalangan Mahasiswa Strata 1 Fisipol UGM)

MARGARETH BERTHA CHR, Derajad Sulistyo Widhyharto, S.Sos, M.Si

2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan modernitas pendidikan. Tantangan dari banyaknya manfaat yang ditawarkan berdampak pada masalah plagiarisme. Saat teknologi sudah menjadi bagian dari sistem, plagiarisme semakin mudah dilakukan dalam aktivitas akademik, seperti dalam laporan penelitian, tugas perkuliahan, maupun tugas akhir untuk mendapatkan gelar sarjana. Berdasarkan hasil wawancara dengan 12 informan yang merupakan mahasiswa Fisipol UGM dari angkatan 2011 sampai 2015, peneliti menemukan bahwa masih banyak tindak plagiarisme yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengerjakan tugas perkuliahan. Semua informan melakukan tindak plagiarisme dengan menggunakan TIK, baik media digital, media sosial, ataupun akses internet. Tindak plagiarisme dilakukan dengan menggunakan fasilitas copy-paste dari tulisan yang dapat diakses menggunakan internet dengan tanpa menyantumkan sumbernya. Adapun cara lain, beberapa informan yang melakukan parafrase sumber yang diambil dari internet dan tidak menyantumkan sumbernya; menggunakan sumber dari internet yang dilarang untuk digunakan karena tingkat validitas tulisan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan; menggunakan tulisan sumber yang dilarang dan hanya mencantumkan daftar pustaka yang menjadi referensi tulisan tersebut; menggunakan tulisan yang pernah dikumpulkan sebagai tugas; atau menggunakan tugas kakak angkatan yang dikumpulkan kembali. Semua informan memiliki alasan melakukan tindak plagiarisme, antara lain karena mencari cara cepat dan praktis, efisiensi waktu, kurang referensi bacaan, merasa belum paham dengan batasan-batasan plagiarisme, banyak tugas yang harus dikerjakan dengan waktu yang sedikit, tidak adanya konsekuensi yang didapatkan pada tugas yang sudah dikerjakan sehingga informan mengerjakan tugas sebatas pemahaman mereka miliki, serta pada awal perkuliahan sosialisasi tentang plagiarisme masih kurang memberi pemahaman dan dirasa belum cukup untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk tidak melakukan tindak plagiarisme. Habitus mahasiswa yang sering menggunakan teknologi sebagai sarana pembelajaran berdampak pada pendangkalan pikiran mahasiswa. Mahasiswa berada dalam keadaan terfasilitasi dengan kemudahan dan kecepatan teknologi kemudian memengaruhi praktik tindakan sehari-hari. Kemajuan teknologi yang harusnya bisa berguna dan bermanfaat bagi berkembangnya ilmu pengetahuan malah membawa mahasiswa kepada kemunduran cara berpikir mahasiswa. Teknologi membuka peluang yang lebih besar bagi mahasiswa untuk melakukan tindak plagiarisme. Minimnya pengajaran dari arena kampus mengenai pengetahuan ataupun kesadaran untuk tidak melakukan tindak plagiarisme turut mempengaruhi terjadinya praktik tindak plagiarisme yang dilakukan mahasiswa dalam mengerjakan tugas perkuliahan.

The advancement of information technology and communications had a major influence to the development of modernity education. The challenge of many benefits offered have an impact on problems that arise, one of them were the issue of plagiarism. When the technology is already became part of the system, plagiarism is more easily done in academic activities, such as in the research report, the task of lectures, as well as the final project to earn a degree. Ironically, there is misused of the ease of technology for the progress of science by educated people. Based on the results of interviews with 12 informants is a student of Fisipol Gadjah Mada University of the 2011 to 2015, the researchers found that many acts of plagiarism committed by the college students in doing the tasks. All informants committing plagiarism by using ICT, such as digital media, social media, or internet access. Acts of plagiarism is done by using a copy-paste facility of writing that can be accessed using the internet without having to graft the source. As another way, some informants did paraphrase of sources taken from the internet and does not graft the source; use of Internet resources that are prohibited to be used because of invalid posts that can�¢ï¿½ï¿½t be accounted for; use prohibited sources and only write it�¢ï¿½ï¿½s bibliography; use writing task that ever assembled; or use the task force�¢ï¿½ï¿½s gathered brother/sister back. All informants have reason for committing plagiarism, such as looking for a quick and practical, time efficiency, less reference readings, was not familiar with the limitations of plagiarism, a lot of work to be done with a little time, the absence of consequences obtained on duty already done so they do their tasks as they know, whether it's against the rules or not, and at the beginning of the term college student had difficulties to understand the views of plagiarism and still not enough raise awareness of college students from committing plagiarism. Habitus of college students who often use technology as a means of learning have an impact on student's minds superficiality.Students are in a state facilitated by the ease and speed of technology then affect the practice of everyday actions. Advances in technology which should be useful and beneficial to the development of science instead bring students to regression way of think. Technology opens up greater opportunities for students to perform acts of plagiarism. The lack of teaching on campus field regarding knowledge or awareness for not commiting plagiarism also influence the occurrence of acts plagiarism practices by the students in doing task of lectures.

Kata Kunci : Plagiarisme, Pendangkalan Pikiran, Mahasiswa, Habitus.

  1. S1-2016-319842-abstract.pdf  
  2. S1-2016-319842-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-319842-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-319842-title.pdf