Laporkan Masalah

Proses Pemberdayaan Perempuan dalam Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo (Studi deskriptif pemberdayaan perempuan di Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman)

BUDI HERMAWAN, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos, M.Si

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Pembangunan bagi kaum perempuan haruslah dipandang sebagai upaya untuk memenuhi hak-hak perempuan. Maka sudah selayaknya pembangunan bagi kaum perempuan melalui upaya pemberdayaan menjadi fokus yang utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Upaya yang dilakukan adalah menjaring potensi kaum perempuan dengan model pemberdayaan ekonomi yang berbasis kelompok sebagai fokus utamanya. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan ini mengkaji proses pemberdayaan kelompok yang berlokasi di Desa Banyuraden, bernama Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo yang beranggotakan para kaum perempuan dengan tujuan sebagai wadah untuk para anggotnya mendapatkan pelatihan dan mendapatkan modal pinjaman untuk kemandirian ekonomi anggota kelompoknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti mengamati semua fakta yang terjadi di lapangan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai proses pemberdayaan yang dilakukan oleh kelompok. Dalam proses nya, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang dipilih. Teknik purposive sampling merupakan teknik pemilihan sampel yang telah menentukan targetnya terkait dengan unit analisis yang ditentukan dalam penelitian. Beberapa informan yang peneliti wawancara adalah Pemerintah Desa Banyuraden, Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo, warga dan Pendamping Lapangan Pertanian BP3K. Peneliti juga menggunakan teknik observasi, sehingga dapat menemukan jawaban yang relevan sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa selama satu dasawarsa Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo ini berdiri banyak manfaat kegiatan-kegiatan pemberdayan untuk kaum perempuan yang dilakukan. Ini dapat terlihat dari kapabilitas para anggotanya yang telah mampu mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan program yang dijalankan oleh kelompok seperti pelatihan usaha dan kegiatan simpan pinjam. Serta manfaat lainnya adalah anggota kelompok juga mampu berorganisasi, mengenal teknologi dan yang tidak kalah penting adalah berhasil meningkatkan kesejahteraan sosialnya. Dalam proses pemberdayaan, kelompok tidak berdiri sendiri, namun ada peran penyuluh atau pendamping kelompok dari BP3K Kecamatan Gamping dan adanya dukungan pemerintah Desa Banyuraden dalam mencapai tujuan kelompok. Serta terdapat dinamika kelompok dan serangkai tahapan pemberdayaan yang dilalui serta adanya hambatan yang mewarnai proses pemberdayaan di kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo Desa Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Women development must be seen as an attempt to fulfill women's rights and became main focus in development policies nowadays. There is a way to achieve that goals by build an economic empowering based on group infocus. This research examines the process of woman empowering group located in the village Banyuraden, named Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo. Members of the group were women, with aim to get well trained in softskills and economic purpose such credits loan or micro-credit activity. This study used qualitative research method with descriptive analysis approach. Researcher observed all the facts occurred in the field to get a complete description of empowering process by the group. In the process, purposive sampling technique used to determine informants. this technique applied by choose targets which associated with unit of analysis. Informan in this research including local Government of Banyuraden, Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo, residents and field officer of BP3K Gamping. This research also using observation method, which is find the relevant answers according to research problems. The result shows that Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo has given many benefits in activities as women's empowerment. This is proof that member capabilities increased and became economically independent by participate in group activities, such as business training and micro-credit activities. Moreover there was other benefits including community organization ability and technology educated, which is make great impact on increasing social welfare.In the middle of the process of empowerment, the group does not stand independent, but they also got some help from BP3K Gamping and support from the local government to achieving their goals. In the other side this group also facing many dinamics and problems during their empowerment process.

Kata Kunci : Pemberdayan, Kelompok, Perempuan, Dinamika Kelompok