SKRIPSI PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM ADOPSI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI DI KABUPATEN KULON PROGO
RAGUSA HANORTYANDOGA , Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si., Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2016 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANKabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang melaksanakan program PTT padi di 5 kecamatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : 1) Peranan penyuluh dalam adopsi PTT padi di Kabupaten Kulon Progo, 2) Tingkat adopsi PTT padi di Kabupaten Kulon Progo, 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi PTT padi di Kabupaten Kulon Progo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Pengambilan sampel kabupaten dan kecamatan dilakukan secara purposif sedangkan sampel desa dan kelompok tani dilakukan dengan cara acak sederhana. Total sampel berjumlah 60 petani yaitu masing-masing 12 petani dari Kelompok Tani Makmur, Desa Cerme; Kelompok Tani Sido Makmur 2, Desa Tirtorahayu; Kelompok Tani Sido Rahayu, Desa Bumirejo; Kelompok Tani Maju, Desa Wijimulyo; dan Kelompok Mulyo Raharjo, Desa Banjararum. Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh selalu berperan sebagai fasilitator, motivator, organisator, komunikator, dan inovator. Petani termasuk sering dalam mengadopsi inovasi PTT padi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi PTT padi di Kabupaten Kulon Progo adalah luas lahan dan peran penyuluh.
Kulon Progo Regency is one of the regencies in Yogyakarta Special Region that implements integrated crop management of paddy in 5 district. This research is to determine : 1) the role of agricultural extension worker inimplements integrated crop management of paddyat Kulon Progo Regency, 2) adoption level of implements integrated crop management of paddy in Kulon Progo Regency, 3) factors affecting adaptation. Method(s) used in this research is descriptive method by survey techniques. Sampling of regency and sub-dictrict was done in purpose, whereas village and farmers communities were done with simple random sampling. Total sample of 60 farmers consist of 12 farmers from Makmur Group, Cerme Village; Sido Makmur Group 2, Tirtorahayu Village; Sido Rahayu Group, Bumirejo Village; Maju Group, Wijimulyo Village; and Mulyo Raharjo Group, Banjararum Village. Analysis methods used are test of proportion and multiple linear regression analysis. Research results has shown that agriculture extension worker take roles as facilitator, motivator, organizer, communicator and innovator. Farmers has a high adoption of innovation of implements integrated crop management of paddy. Factors influencing adoption implements integrated crop management of paddy in Kulon Progo Regency are total land ownership and the role of agriculture extension worker. Keywords: Role, agriculture extension worker, adaptation, implements integrated crop management of paddy, Kulon Progo
Kata Kunci : Peran, penyuluh pertanian, adopsi, PTT padi, Kulon Progo