Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Usahatani Tebu di Provinsi Jawa Tengah
FAJRI SHOUTUN NIDA , Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc; Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc.;Pinjung Nawang Sari, S.P., M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui daya saing usahatani tebu di Jawa Tengah berdasarkan keunggulan komparatif (DRCR) dan keunggulan kompetitif (PCR) dan (2) mengetahui kebijakan pemerintah terhadap proteksi output (NPCO) dan proteksi input (NPCI) usahatani tebu di Jawa Tengah. Data yang digunakan pada penelitian adalah data Sensus Pertanin 2013 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian adalah petani tebu dengan lahan sempit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Policy Analysis Matrix (PAM). Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa usahatani tebu tidak memiliki keunggulan komparatif akan tetapi memiliki keunggulan kompetitif. Hal ini ditunjukkan oleh nilai DRCR>1 sebesar 1,06 dan PCR<1 sebesar 0,61. Kebijakan pemerintah berdampak proteksi terhadap output dan input usahatani tebu. Hal ini dilihat berdasarkan nilai NPCO>1 dan NPCI<1. Petani tebu menerima harga gula lebih tinggi sebesar 156% dari harga sosialnya dan membayar biaya input sebesar 81% dari harga sosialnya.
This study aims to (1) determine the competitiveness of sugarcane farming in Central Java based on comparative advantage (DRCR) and competitive advantage (PCR) and (2) determine government policy towards protection on output (NPCO) and protection on input (NPCI) of sugarcane farming in Central Java. The data that used in this analysis is the Agriculture Census on 2013 conducted by BPS. Sampling was done by purposive sampling method. Samples are sugarcane farmers with small land. The method used in this study is Policy Analysis Matrix (PAM). The result explained that the sugarcane farming didn�t have comparative advantage but have competitive advantage. It is indicated by the value of DRCR>1 which is 1.06 and the value of PCR<1 which is 0.61. The government policy causes protection on booth output and input in sugarcane farming. Indicated by the value of NPCO> 1 and NPCI <1. Sugarcane farmers receive a higher price for 156% of the social price and pay the input costs at 81% of the social price.
Kata Kunci : sugarcane, PAM, competitiveness, government policy, protection