KETERGANTUNGAN 9 KULTIVAR PADI GOGO TERHADAP BENEFICIAL INDIGENOUS FUNGI DI TANAH LATOSOL
SURYA ATMA JAYA, Dr. Ir. JAKA WIDADA, M.P. ; Dr. Ir. SRI WEDHASTRI, M.S. ; Dr. PANJISAKTI BASUNANDA, S.P., M.P.
2016 | Skripsi | S1 MIKROBIOLOGI PERTANIANINTISARI Penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang dilakukan secara berlebihan mengakibatkan lahan pertanian mengalami degradasi lahan yang ditandai oleh penurunan atau kehilangan produktivitas lahan, baik secara fisik, kimia, dan biologi maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aplikasi fumigasi terhadap infeksi akar tanaman padi, jumlah spora cendawan mikoriza arbuskular pada tanah latosol serta tingkat respon setiap kultivar padi terhadap mikoriza arbuskular. Penelitian dilakukan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dengan menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu fumigasi menggunakan fumigan berbahan aktif Dazomet 5,82 kg per hektar dan berbagai kultivar padi gogo. Sembilan kultivar padi gogo yang digunakan adalah Situ patenggang, V12, V14, Andel Abang, Puthu, Lampung kuning, Laka tesan, Tow uti dan Inpago 5. Dazomet diaplikasikan dengan cara mencampurkannya pada tanah. Kemudian tanah dimasukkan dalam polibag dan ditanamkan benih padi hingga fase vegetatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwafumigasi menggunakan fumigan berbahan aktif Dazomet 5,82 kg per hektarmenurunkan jumlah spora hingga 70,15 %, dengan rerata jumlah spora tanpa fumigasi 110,67 spora per 100gram tanah dan rerata jumlah spora di fumigasi 33,04 spora per 100gram tanah. Menurunkan infeksi mikoriza arbuskular hingga 86,20 %. Rerata infeksi pada tanah tanpa fumigasi adalah 40,39 % sedangkan rerata infeksi pada fumigasi adalah 5,63 % dan setiap kultivar menunjukkan ketergantungan yang berbeda pada mikoriza arbuskular. Kultivar inpago-5 menunjukkan nilai tertinggi sebesar 29,87 %.
ABSTRACT The application of fertilizer and pesticides that over used resulted in land degradation of agricultural land which is characterized by a decrease or loss of land productivity, physical, chemical, and biological and economic.This study aims to look at the effect of the application fumigation to infection roots of rice plants, the number of arbuscular mycorrhizal fungi spores in the soil latosol and the response rate of each variety of rice to arbuscular mycorrhiza. The study was conducted in a greenhouse, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta using 2 factors that fumigation with fumigant containing Dazomet 5,82 kg per hectare and a variety of upland rice cultivars. Nine upland rice cultivars used were Situ patenggang, V12, V14, Andel Abang, Puthu, Lampung yellow, Laka tesan, Tow uti and Inpago 5. Dazomet was applied by mixing the soil. Then the land included in a polybag and planted rice seeds to the vegetative phase. The results of this study indicate that fumigation with fumigant containing Dazomet 5,82 kg per hectare lowered the number of spores by 70%, with the average number of spores without fumigation 110.67 spores / 100g soil and the mean number of spores in spore fumigation 33.04 / 100g soil. Lowering arbuscular mycorrhiza infection up to 86.20%. The mean infection in the ground without fumigation is 40.39%, while the average infection on fumigation is 5.63% and each cultivar showed different needs on arbuscular mycorrhiza. Cultivars Inpago-5 showed the highest value of 29.87%.
Kata Kunci : Keywords: Dazomet,Fumigation, latosol, Mycorrhizae, Upland rice