Dinamika (Eksistensi dan Kerusakan) Modal Sosial yang Melekat pada Relasi Sosial Vertikal Pemerintah dengan Kelompok Tani Mekar Abadi
WENDI AGUNG TRI SUTRISNO, Dr. Subando Agus Margono, M. Si.
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dinamika modal sosial dalam bentuk perubahan kepercayaan (trust) pemerintah terhadap Kelompok Tani Mekar Abadi menjadi ketidak percayaan (distrust) pemerintah terhadap Kelompok Tani Mekar Abadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang utama adalah wawancara. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan terhadap para informan yang memiliki wewenang dalam pembuatan keputusan pemerintah untuk mempercayai maupun tidak mempercayai Kelompok Tani Mekar Abadi sebagai penerima bantuan pemberdayaan dari pemerintah. Wawancara tersebut setidaknya dilakukan agar peneliti dapat mengetahui alasan aparat pemerintah ketika akan memberikan kepercayaan (trust) kepada Kelompok Tani Mekar Abadi maupun ketika pemerintah tidak akan mempercayai Kelompok Tani Mekar Abadi lagi (distrust). Berdasarkanpenelitian yang telah peneliti selenggarakan, ternyata kepercayaan (trust) pemerintah terhadap Kelompok Tani Mekar Abadi terbentuk ketika, pemerintah memiliki keyakinan jika Kelompok Tani Mekar Abadi memiliki nilai-nilai bersama (shared values) seperti, nilai swadaya dan nilai swadanayang selama ini selalu menjadi kriteria pemerintah dalam memilih suatu kelompoktani yang akan dijadikan sebagai penerima manfaat pada program maupun kegiatan pembangunan pertanian yang telah dirancang oleh pemerintah. Sedangkan (distrust) ketidak percayaan pemerintah terhadap Kelompok Tani Mekar Abadi, terjadi ketika pemerintah telah merasakan jika nilai-nilai bersama (shared values) yang selama ini diyakini oleh pemerintah ada dimiliki oleh Kelompok Tani Mekar Abadi, ternyata tidak terbukti pada kinerja day to day (hari ke hari) Kelompok Tani Mekar Abadi. Terutama ketika Kelompok Tani Mekar Abadi sedang mengelola program �¢ï¿½ï¿½Budidaya Kelinci�¢ï¿½ï¿½ maupun program �¢ï¿½ï¿½Budidaya Krisan�¢ï¿½ï¿½ yang dipercayakan oleh pemerintah untuk dikelola oleh Kelompok Tani Mekar Abadi, pada waktu itu pemerintah memperoleh aduan dari aparat Desa Maron dan Petugas Penyuluh Lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo yang mengatakan bahwa, ada indikasi tindakan monopoli dan penyalagunaan bantuan pemberdayaan dari pemerintah yang dilakukan oleh oknum pengurus Kelompok Tani Mekar Abadi. Oleh karena itu, ketika Kelompok Tani Mekar Abadi mengalami kegagalan dalam mengelola bantuan pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada Kelompok Tani Mekar Abadi, pemerintah kemudian merasa jika kecurigaaannya telah terverifikasi, sehingga saat ini kepercayaan (trust) pemerintah terhadap Kelompok Tani Mekar Abadi telah berubah menjadi ketidak percayaan (distrust) pemerintah terhadap Kelompok Tani Mekar Abadi.
This study was conducted to describe the dynamics of social capital in the form, of changes trust the government to Kelompok Tani Mekar Abadi, then changes to become distrust the government to Kelompok Tani Mekar Abadi. This research uses descriptive qualitative research method. The data collected with the main one is the interview. In this study, interviews were conducted with informants who have authority in government decision-making to trust or not trust the Kelompok Tani Mekar Abadi as beneficiaries of government empowerment. The interviews were conducted at least so researchers can find out why the government officials when it will give trusts Kelompok Tani Mekar Abadi or when the government will not trust Kelompok Tani Mekar Abadi again (distrust). Based on research that has researchers held, apparently trust the government to Kelompok Tani Mekar Abadi formed when, the government has confidence if Kelompok Tani Mekar Abadi have shared values such, the value of self-help (swadaya) and the value of self-financing (swadana), which has always been the Government's criteria in choosing a Farmers Group that will be as beneficiaries of the program as well as agricultural development activities that have been designed by the government. While the government's distrust of the Kelompok Tani Mekar Abadi, occurs when governments have felt if the shared values that had been believed by the government is owned by Kelompok Tani Mekar Abadi, it was not proven on a day to day performance of Kelompok Tani Mekar Abadi. Especially when Kelompok Tani Mekar Abadi is managing the program "Budidaya Kelinci" and the program "Budidaya Krisan" entrusted by the government to be managed by Kelompok Tani Mekar Abadi, at that time the government actually get complaints from officials Village Maron and extension agents from the Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo having said that, there are indications of monopolization and abuse of the empowerment of government assistance made by unscrupulous administrators Kelompok Tani Mekar Abadi. Therefore, when Kelompok Tani Mekar Abadi failure in managing the empowerment assistance given by the government to Kelompok Tani Mekar Abadi, the government then felt if distrust is verified, so now trust the government to Kelompok Tani Mekar Abadi has turned into distrust of the government against Kelompok Tani Mekar Abadi.
Kata Kunci : Modal Sosial (Social Capital), Kepercayaan (Trust), Ketidak Percayaan (Distrust), Nilai-Nilai Bersama (Shared Values)