Laporkan Masalah

Nilai Ekonomi Imbuhan Airtanah dari Air Hujan pada Kawasan Bentang Alam Gumuk Pasir Parangtritis

MEGA DHARMA PUTRA, Dr. Rika Harini, M.P.

2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kemunculan gumuk pasir di Desa Parangtritis memiliki keistimewaan dibandingkan gumuk pasir lainnya yang ada di dunia karena memiliki gumuk pasir jenis barkhan. Gumuk pasir barkhan biasanya umumnya terbentuk pada iklim kering namun justru ternyata juga terbentuk di Desa Parangtritis yang beriklim lembabtropika basah. Konflik kepentingan penggunaan lahan menghambat pPengelolaan potensi gumuk pasir di Desa Parangtritis saat ini terhambat konflik kepentingan penggunaan lahan. Diperlukan informasi tentang manfaat dari kemunculan gumuk pasir, salah satunya adalah sebagai kawasan resapan air yang mampu menyediakan suplai airtanah dan mencegah terjadinya intrusi air laut. Manfaat tersebut dapat dinilai secara ekonomi menggunakan pendekatan pengukuran nilai ekonomi airtanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung volume imbuhan airtanah berdasarkan rata-rata curah hujan bulanan dan nilai ekonomi yang dihasilkan dari jasa ekosistem gumuk pasir sebagai kawasan resapan air. menghitung volume dan nilai ekonomi imbuhan airtanah yang dapat dihasilkan oleh Kawasan Bentang Alam Gumuk Pasir Parangtritis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan yang digunakan untuk memahami ketersediaan imbuhan airtanah secara keruangan. Pendekatan lainnya adalah valuasi ekonomi yang dipilih karena mampu mengubah jasa ekosistem ke dalam nilai mata uang (rupiah). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu data primer yang mencakup deskripsi geomorfologi dan hidrologi, dan daya sekunder mencakup: (1) rata-rata curah hujan bulanan, (2) penggunaan lahan di area penelitian tahun 2015, (3) pembagian zona di Kawasan Bentang Alam Gumuk Pasir, (4) kondisi kependudukan di area penelitian, dan (5) kondisi pariwisata yang ada di area penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan dan observasi tidak langsung. Pendekatan keruangan digunakan untuk memahami ketersediaan imbuhan airtanah secara keruangan. Pendekatan lainnya yang digunakan adalah pendekatan valuasi ekonomi yang dipilih karena mampu mengkonversi jasa ekosistem ke dalam nilai mata uang (rupiah). sehingga diharapkan mampu menjadi pembanding yang tepat. Nilai nominal juga memiliki nilai jual yang lebih menarik dalam dunia para praktisi dan pengambil kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume imbuhan airtanah berdasarkan distribusi temporal memiliki nilai paling tinggi di bulan Februari (588.617,79 m3) dan paling rendah di bulan Juli (51.306,09 m3). Untuk distribusi keruangan volume imbuhan airtanah di Kawasan Bentang Alam Gumuk Pasir Parangtritis, Zona Inti menghasilkan 1.110.887,72 m3, Zona Penunjang 1.391.903,74 m3, dan Zona Pemanfaatan Terbatas sebesar 891.621,40 m3. Nilai ekonomi Bentang Alam Gumuk Pasir untuk jasa ekosistem sebagai kawasan resapan air adalah Rp1.697.206.476,00/tahun.

Occurence of sand dune in Parangtritis Village has a preferential compared to other sand dune in the world because it has a kind of Barchan Sand Dune. Usually, Barchan Sand Dune formed in dry climates, but instead formed in Parangtritis Village that has a humid tropics climate. Interest conflict of land use inhibit potential management of Parangtritis Sand Dune today. Information of benefits the sand dune is required, one of which is a water catchment area that is able to provide the groundwater supply and prevent sea water intrusion. The aim of this study are to quantify the volume of groundwater from monthly rainfall and measure economic value from ecosystem service of sand dune in Parangtritis as water catchment area. Spatial approach is used to understand the distribution of groundwater availability. In addition, the use of economic valuation approach is to convert ecosystem service into the economic value (rupiah) that are expected to be approriate comparison. Economic value also has a higher selling point in the world of practicioners and policy maker. The result obtained are the highest volumes of groundwater in February (588.617,79 m3) and the lowest in July (51.306,09 m3). For the spatial distribution of the groundwater recharge volume in Parangtritis Sand Dune, produce 1.110.887,72 m3 Core Zone, Supporting Zone 1.391.903,74 m3, and the Limited Use Zone of 891.621,40 m3. The economic of value ecosystem service of sand dune as recharge area is Rp1.697.206.476,00/year.

Kata Kunci : Gumuk Pasir, Imbuhan Airtanah, Kawasan Resapan Air, Nilai Ekonomi

  1. S1-2016-316541-abstract.pdf  
  2. S1-2016-316541-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-316541-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-316541-title.pdf