Pengelolaan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) dan Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita pada Tomat dengan Penyambungan dan Aplikasi Pseudomonas putida strain Pf-20
BACHTIAR MAHARDHIKA, Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M. Sc;Ir. Bellarminus Triman, S.U.
2016 | Skripsi | S1 ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHANLayu bakteri Ralstonia solanacearum dan puru akar yang diakibatkan oleh serangan nematoda puru akar Meloidogyne incognita merupakan penyakit penting tanaman tomat di Indonesia. Teknik pengendalian yang ada belum mampu mengatasi penyakit ini. Tujuan penelitian yakni penyambungan untuk pengelolaan penyakit layu bakteri R. solanacearum, serta mengetahui kemampuan bakteri antagonis Pseudomonas putida strain Pf-20 untuk menekan penyakit layu bakteri R. solanacearum dan nematoda puru akar M. incognita pada tanaman tomat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial dengan 2 ulangan, setiap ulangan dibuat 5 tanaman. Perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah penyambungan yang terdiri dari penyambungan batang bawah dengan batang atas (Amelia+Marta, EG 203+Marta, Takokak+Marta, Marta+Marta dan Marta/tanpa penyambungan). Faktor kedua adalah perlakuan bakteri antagonis dan patogen yang terdiri 4 kombinasi perlakuan, yaitu perlakuan (patogen + Pf-20, patogen, Pf-20 dan kontrol/ pencelupan dalam air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyambungan dan aplikasi bakteri P. putida strain Pf-20 dapat menekan intensitas penyakit. Penyambungan dengan batang bawah EG 203 dan aplikasi bakteri P. putida strain Pf-20 menghasilkan intensitas penyakit sebesar 7,5 %, periode inkubasi 13 hari dengan skor kerusakan akar 3,1. Sedangkan perlakuan tanaman tanpa penyambungan menghasilkan intensitas penyakit 91,65 % dan periode inkubasi 8 hari. Penyambungan tomat (batang atas) varietas Marta dengan terung (batang bawah) EG 203 dan Takokak dapat menekan kerusakan akar akibat serangan nematoda M. incognita dibandingkan perlakuan tanaman tanpa penyambungan. Aplikasi P. putida strain Pf-20 dapat menekan kerusakan akar akibat serangan nematoda M. incognita.
Bacterial wilt Ralstonia solanacearum and root knot nematode Meloidogyne incognita is an important disease of tomato plants in Indonesia. In adition, there is no effective control of this disease. The aims of research is using grafting for the management of bacterial wilt disease caused by R. solanacearum, and to know the ability of antagonistic bacteria P. putida strain Pf-20 to suppress bacterial wilt (R. solanacearum) and root knot nematode (M. incognita) on tomato plants. The research using completely randomized design (CRD) 2 factorial with two replications, each replication consists 5 plants. The treatment consists of two factors; The first factor is the grafting tomato varieties between rootstock and scions (Amelia + Marta, EG 203 + Marta, Takokak + Marta, Marta + Marta, and Marta/ without grafting). The second factor is the treatment of antagonistic bacteria and pathogens with four treatment combination (pathogen + pf-20; pathogens; pf-20 and control/ water dipping). The results showed that grafting and bacteria applications P. putida strain Pf-20 combination could suppress the disease intensity. Grafting using EG 203 rootstock with bacteria P. putida strain Pf-20 application resulted 7.5 % disease intensity, the incubation period 13 days with an average root damage score 3,1. Compared to non-grafted treatment 91.65 % disease intensity, incubation period 8 days. Grafting between tomato scions Marta with eggplant rootstock EG 203 and Takokak could supress root damage caused by M. incognita compared to non-grafted treatment. P. putida strain Pf-20 application could suppress root damage caused by M. incognita.
Kata Kunci : Penyakit layu bakteri, penyambungan, Pseudomonas putida strain Pf-20, Ralstonia solanacearum, Meloidogyne incognita