Peningkatan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Pandeglang
SATRIAWAN, Kurnia, Drs. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2001 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini merupakan kajian terhadap kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi kemampuan keuangan daerah dengan melakukan analisis perkembangan serta peranan PAD terhadap pengeluaran rutin dan total penerimaan daerah, menganalisis perkembangan dan peranan komponen-komponen PAD terhadap total PAD, mengetahui elastisitas perubahan PAD terhadap pertumbuhan ekonomi dan perubahan inflasi, serta mengidentifikasi strategi yang tepat bagi peningkatan kemampuan keuangan, khususnya peningkatan PAD. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dan penyebaran kuesioner kepada nara sumber yang terkait dengan pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Data sekunder diperoleh dari data PDRB, Inflasi dan APBD yang didalamnya terdapat data Total Penerimaan Daerah, Belanja Rutin, Pendapatan Asli Daerah dari tahun anggaran 1984/1985-1999/2000, diperoleh dari BPS Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas/Instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang seperti Dinas Pajak dan Asset Daerah, Bagian Keuangan, BPS, dan Kantor Bappeda. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan dan proporsi (shift-share), analisis regresi berganda yang diestimasi dengan regresi kuadrat terkecil (OLS) serta analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kemampuan keuangan daerah Kabupaten Pandeglang yang dicerminkan oleh rata-rata proporsi PAD terhadap TPD dan IKR memiliki kriteria kemandirian sangat rendah serta selalu berada di bawah rata-rata kemampuan keuangan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Nasional. Hasil estimasi trend tinier terhadap sumber-sumber penerimaan menunjukkan bahwa bantuan/subsidi pusat serta bagi hash pajak dan bukan pajak yang memiliki kecenderungan meningkat signifikan. Estimasi trend terhadap komponen-komponen PAD menunjukkan bahwa hanya pajak daerah yang memiliki kecenderungan meningkat signifikan. Kontribusi terbesar terhadap PAD disumbang oleh retribusi daerah yaitu sebesar 55,58 persen, diikuti oleh penerimaan lain-lain sebesar 24,41 persen, pajak daerah sebesar 17,37 persen, sedangkan laba BUMD .dan penerimaan dinas-dinAs hanya menyumbang 2,07 persen dan 0,76 persen. Namun demikian, ternyata pajak daerah memiliki rata-rata pertumbuhan tertinggi sebesar 43 persen, laba BUMD sebesar 9 persen dan retribusi daerah hanya 8 persen, sedangkan penerimaan dinas-dinas dan penerimaan lain-lain justru mengalami perubahan negatif sebesar 49 persen dan 2 persen. Hasil analisis regresi dengan menggunakan metode OLS untuk memperoleh nilai elastisitas menunjukkan bahwa elastisitas PAD terhadap pertumbuhan ekonomi adalah 0,007 atau < 1, sedangkan nilai koefisien inflasi sebesar 0,003 tidak tepat jika digunakan sebagai nilai elastisitas mengingat belum signifikannya pengaruh inflasi terhadap penerimaan PAD dalam model tersebut pada a = 5 %. Hasil identifikasi strategi terhadap lingkungan internal dan eksternal aspek-aspek yang berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan daerah menunjukkan bahwa posisi Pemerintah Kabupaten Pandeglang berada di titik koordinat (-0,22, 0,77) pada kuadran II, di mana nilai kelemahan lebih besar dari nilai kekuatan dan nilai peluang lebih besar dari pada nilai ancaman dengan strategi stabil pada posisi Aggressive Maintenance Strategy.
This study is an investigation of financial ability of government of Pandeglang District. The objective of the study is to know conditions of regional financial ability by doing development analysis and role of Regional Original Income (ROl) to routine expenditure and district total revenue, to analysis development and role of Regional Original Income's component to ROl total, to know elasticity of ROI changes over economic growth and inflation, and also to identify strategy to increase financial ability, especially increasing of ROI. Data used in this study are primary and secondary data. Primary data was obtained by direct interview and delivering questioner to resourches person related to financial management in government of Pandeglang District. Secondary data is obtained from regional GDP, inflation and regional budget including regional total income, routine expenditure, ROI of 1988/1989-199912000 fiscal year obtained from Statistical Bureau, and offices and institution in Governmnet of District of Pandeglang. Analytical tools used are growth and proportional analysis, double regresssion analysis estimated by Least Square Regression and SWOT analysis. The result showed that financial ablity of district of Pandeglang reflected by average proportion of ROI, regional total income and KR have very low autonomy criteria, and below average of district/municipal's finacial ablity provincially and nationally. Result of linear trend estimation to district total revenue components showed that central aid and subsidy, sharing profit taxinbn tax had increasing tendency significantly. trend estimation to ROI components showed that only regional tax had significant increasing. The greatest contributor to ROI was regional retribution 55,5 percent, followed by other revenue 24,41 percent, regional tax 17.37 percent, district company profit and revenue of offices contribute 2,07 percent and 0,756 percent subsequently. Regional tax had highest average growth 43 percent, district company profit 9 percent and regional retribution only 8 percent, offices Revenue and other revenue had negatif change 49 percent and 2 percent. Result of regression analysis using OLS method to get elasticity score showed that ROI elasticity to economic growth was 0.007 or < 1. Whlie inflation coefficient score 0.003 was not suitable when used elasticity score in view of there was no significant influence inflation to ROI Revenue in the model at a = 5 percent. Result of strategy identification to internal and external environment of aspects that influence management of regional financial showed that Government of Pandeglang District is on coordinate (-0,22, 0,77) at quadrant II, where weakness score with stable strategy at position of Aggressive Maintenace Strategy.
Kata Kunci : Keuangan Daerah