SARANA PRASARANA PERMUKIMAN BERDASARKAN SISTEM PERKOTAAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA
ROSWITA DHARMASANTI, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A
2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHRencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjarnegara tahun 2011 - 2030 menetapkan Kecamatan Banjarnegara dan Karangkobar memiliki sistem perkotaan yang berbeda. Kecamatan Banjarnegara memiliki status sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan merupakan wilayah pengembangan I, sedangkan Karangkobar adalah Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKL-p) yang masih berstatus sebagai wilayah pengembangan III. Perbedaan pengembangan tersebut berdampak terhadap sarana prasarana yang tersedia di dalam daerah untuk melayani penduduk setempat dan penduduk yang ada di daerah pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sarana prasarana permukiman, mengevaluasi kemampuan pelayanannya, dan mengetahui tingkat ketercukupan sarana prasarana yang ada. Penelitian deskripstif ini memanfaatkan data sekunder dan primer dalam pengolahan data menggunakan metode penelitian sensus. Pendekatan keruangan digunakan untuk melihat perbedaan sarana prasarana di daerah kajian. Analisis data kuantitatif untuk memfasilitasi penelitian kualitatif (sequential explanatory) menghasilkan kajian yang lebih mendalam untuk menjelaskan tentang kondisi dan bentuk sarana prasarana yang ada. Perbedaan sistem perkotaan berdampak pada perbedaan sarana prasarana di dalam Banjarnegara dan Karangkobar, yaitu berupa jumlah, kondisi, dan kualitas sarana prasarana. Daerah pelayanan Banjarnegara memiliki kemampuan daya jangkau yang lebih baik daripada di Karangkobar karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh dan jaringan jalan yang ada dalam kondisi yang baik. Daya layan yang diberikan oleh kedua PKL ini masih tergolong kurang efektif karena jumlah sarana yang sedikit. Beberapa sarana prasarana yang ada jumlahnya sudah mampu melayani kebutuhan penduduk yang berada di dalam kecamatan, tetapi sarana prasarana tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk di daerah pelayanan ( daerah di luar kecamatan sebagai daerah yang disangga kebutuhannya).
The regional spatial planning (RTRW) of Banjarnegara district in years 2011 - 2030 determines that Banjarnegara and Karangkobar sub district have different urban system and development activities. The Banjarnegara sub district is pointed as the center of local activities (PKL) and becomes in the first development planning region, while Karangkobar is the promoted region to be center of local activities (PKL-p) which becomes the third development planning region. The planning differences impact the provided infrastructures in Banjarnegara and Karangkobar. The purposes of this study are to find out the settlement infrastructure differences, to evaluate its service capabilities, and to determine the adequacy level of provided infrastructure. This descriptive research used secondary and primary data in data processing with census methods. The spatial approach is applied to know the differences of infrastructures in the area of study. The quantitative data analysis is uses to facilitate the qualitative research (sequential explanatory) in order to produce the research findings which explain conditions and the provided infrastructures. The urban system differences impacts infrastructures in Banjarnegara and Karangkobar sub district, relate to quantity, condition, and quality of the infrastructures. The affordability of service areas in Banjarnegara sub district are better than Karangkobar sub district, because the distance between service center and surrounding area is not far. The other reason is that road networks in this area are in a good condition. The study showed that the service ability of infrastuctures in both researched areas are still less effective. Some of the provided infrastructures in both sub districts have been able to serve the society's needs in that sub district, but the infrastructures are not able to meet the society's needs out side that sub district.
Kata Kunci : daya jangkau, daya layan, permukiman, sarana prasarana, sistem perkotaan