KEWIRAUSAHAAN SOSIAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Implementasi Kewirausahaan Sosial APIKRI di Desa Wisata Krebet, Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY)
AL ROSYID ANGGI S, Eka Zuni Lusi Astuti, S.Sos., M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Pengangguran dan kemiskinan adalah masalah sosial yang dapat diidentifikasi sebagai ketidakberdayaan individu dalam menjembatani berbagai kebutuhan dengan sumberdaya yang tersedia. Kewirausahaan sosial muncul dari rasa simpati terhadap suatu masalah sosial yang hendak dipecahkan dengan nilai-nilai kewirausahaan. Ternyata kewirausahaan sosial justru terdapat pada salah satu lembaga trading bernama APIKRI. Pada umumnya lembaga trading memiliki orientasi mencari keuntungan, sedangkan APIKRI justru menjadi lembaga trading yang melaksanakan kewirausahaan sosial. APIKRI melaksanakan kewirausahaan sosial terhadap para anggota pengrajinnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi kewirausahaan sosial oleh APIKRI di Desa Wisata Krebet, Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kewirausahaan sosial oleh APIKRI di Krebet. Selanjutnya penelitian ini diharapkan memperkaya kajian kewirausahaan sosial dalam konteks pemberdayaan dalam rangka menyelesaikan masalah sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data meliputi wawancara mendalam, observasi non-partisipatoris dan dokumentasi. Analisis data diperoleh melalui beberapa informan yang dipilih secara purposive. Lokasi penelitian yaitu kantor APIKRI dan Desa Wisata Krebet, Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul, DIY. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial APIKRI bukanlah pengakuan dari APIKRI sendiri. Julukan ini diberikan oleh civitas akademika yang mengerti mengenai kewirausahaan sosial dan kegiatan yang dilakukan oleh APIKRI. Pendekatan yang dilakukan APIKRI pragmatis yaitu membantu pemasaran para pengrajinnya, kemudian dikembangkan usaha bisnisnya. Alasan kenapa APIKRI mengembangkan pengrajin kecil sama seperti alasan berdirinya APIKRI yakni pengrajin adalah bagian masyarakat yang tidak diuntungkan dari sisi sosial dan politik.
Unemployment and poverty is a social problem which can be identified as the individual’s powerlessness in bridging various needs with available Resources. Social entrepreneurship emerges from a sense of sympathy towards a social problem to be solved with values of entrepreneurship. It turns out that social entrepreneurship is thuspresent on one of the Trading institution called APIKRI. In general, trading institutions has the orientation of profiteers, while APIKRI thus became the trading institutions that implementating social entrepreneurship. APIKRI implement social entrepreneurshiptowards members of the craftsman. The outline of the research problem is how the implementation of social entrepreneurship by APIKRI in Desa Wisata Krebet, Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY. The purpose of this Research is to get the implementation of social entrepreneurship by APIKRI in Krebet. Further Research is expected to enrich the study of social enterpreneurship in the context of Community empowerment in order to resolve social problems. This research used qualitative methods and descriptive approach. This research used in-depth interviews, non-participatory observation and documentation as data capture techniques. Analysis of data obtained through some informan chosen by purposive. Location of this research is APIKRI offices and Desa Wisata Krebet, Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY. The result of this research shown that social entrepreneurship is not the recognition of APIKRI himself. This nickname was given by academition that know abous social entrepreneurship and the activities by APIKRI. APIKRI using pragmatic approach i.e. help marketing the craftsman, then developer his business venture. The reason is for the establishment of APIKRI craftsmen are part of the community who aren’t in good position from the social and political side.
Kata Kunci : Kewirausahaan sosial, APIKRI, masalah sosial, implementasi, pemberdayaan masyarakat