Laporkan Masalah

Perancangan Struktur Underpass Lenteng Agung, Jakarta Selatan

NURUL HIDAYATI, Ir. Agus Darmawan Adi, M.Sc., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Indonesia memiliki beberapa kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi, salah satunya adalah di kota Jakarta Selatan. Kepadatan penduduk tersebut berimbas pada sektor lalu lintas, dimana pengguna jalan menjadi bertambah. Jalan Lenteng Agung merupakan salah satu jalan di Jakarta Selatan dengan tingkat kepadatan pengguna jalan yang tinggi. Tingginya tingkat kemacetan di jalan Lenteng Agung dipicu oleh adanya pertemuan sebidang antara jalan Lenteng Agung dengan perlintasan kereta api Manggarai-Bogor. Arus moda kereta api harus didesain tanpa hambatan sehingga ada hambatan dan waktu tunggu bagi pengguna jalan umum. Hal tersebut diharapkan dapat diatasi dengan menghilangkan perlintasan sebidang dengan membangun struktur underpass. Salah satu alternatif struktur underpass dirancang dengan dinding penahan tanah jenis secant bored pile wall dan pilar tiang bor. Tujuan pada tugas akhir ini dilakukan analisis struktur dan material dinding penahan tanah yang mampu menahan beban dan momen yang bekerja terhadap struktur secant pile dan tiang bor. Struktur secant pile yang ditinjau pada kasus ini ada dua, yaitu struktur yang menumpu dan tidak menumpu struktur jembatan. Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini terdapat beberapa metode. Pada perancangan struktur secant pile digunakan metode perhitungan tiang bor oleh Meyerhof (1976) dan metode perhitungan turap kantilever. Pilar tiang bor dianalisis menggunakan dua metode perhitungan, yaitu metode Meyerhof (1976) dan metode O�Neill dan Reese (1989). Hasil analisis diperoleh bahwa struktur secant pile yang menumpu struktur jembatan dengan panjang 18 m dan diameter 800 mm dengan tulangan 10D25 mampu menahan beban yang bekerja terhadap struktur jembatan dan secant pile. Struktur secant pile pada titik STA 0+100 dengan panjang 9,5 m mampu menahan beban yang bekerja. Pada struktur secant pile ini, momen maksimum terjadi pada 1,74 m dari muka underpass perkerasan jalan sebesar 116,88 kNm. Desain fondasi tiang bor dengan panjang 18 meter dan diameter 800 mm sebanyak 4 buah tiang sepanjang struktur jembatan mampu menahan beban yang bekerja di atas fondasi tiang bor. Program Plaxis digunakan untuk memperoleh nilai defleksi maksimum pada struktur secant pile yang menumpu jembatan, diperoleh defleksi maksimum sebesar 0,02 m dengan momen maksimum yang terjadi adalah 690,97 kNm.

Indonesia has a number of cities with high population density, one of those city is South Jakarta. The population density increases road�s user which affects the traffic sector. Lenteng Agung�s road is one of the many roads at South Jakarta with high population density. The level of congestion at Lenteng Agung�s road is mainly caused by a coplanar cross section between main road of Lenteng Agung and railway crossing of Manggarai-Bogor. The train is designed to pass without obstruction so this will cause waiting time for the road�s user in the cross section when the train passes. That sort of thing hopefully can be managed by erasing the coplanar crossing by building the underpass�s structure. Constraction�s design that will support the underpass�s structure is retaining wall kind secant bored pile wall and bored pile foundation. Purpose of this undergraduate thesis is to analyze the maximum requirement of structure and material retaining wall that capable of supporting load and moment that working on secant pile�s structure and bored pile. Secant pile�s structure that observed in this case is in two conditions, which are supporting and unsupporting the bridge. In this research a number of methods are been used. In the design of secant pile structure, bored pile calculation method by Meyerof (1976) and cantilever sheet pile method are used. Bored pile pillar is analyzed by two calculation method, which are Meyerof method (1976) and O�Neill and Resse method (1989) The results of this analysis is that secant pile�s structure which supports the bridge�s structure with properties of 18 m height and 800 mm diameter with requirement of 10D25 rebar capable of supporting loads that working on the bridge and the secant pile�s structure. Result analysis for the secant pile�s structure which unsupporting the bridge with 9,5 m height capable of supporting loads that worked on it. Maximum moment occurred at 1,74 m from underpass�s base road pavement is 116,88 kNm. With 18 m height and 800 mm diameter pile design, 4 bored pile foundations is required to support the load that working along the bridge. Maximum deflection resulted from Plaxis program is 0,02 m.

Kata Kunci : underpass, dinding penahan tanah, secant bored pile wall, fondasi tiang bor, Plaxis.