Laporkan Masalah

Sistem Kontrak Sosial dalam Penanganan Gelandangan dan Pengemis (Studi tentang Lembaga Sosial Hafara dalam Penanganan Masalah Sosial Gelandangan dan Pengemis di Yogyakarta)

RIZKI YATUS SAFAAH, Drs. Mulyadi, MPP, Ph.D

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Sosial Hafara dalam melakukan pemberdayaan gelandangan dan pengemis melalui metode kontrak sosial. Lembaga Sosial Hafara memiliki sistem pemondokan dengan syarat kontrak sosial, yaitu ketika gelandangan dan pengemis telah masuk ke dalam panti, mereka tidak boleh lagi turun ke jalan dan harus ikut berpartisipasi dalam Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dikembangkan Panti Hafara. Keberadaan gelandangan dan pengemis yang ditampung di Hafara semakin bertambah tiap tahunnya, namun hal ini tidak sebanding dengan jumlah gelandangan dan pengemis yang keluar panti. Hal tersebut berdampak pada banyaknya binaan yang hidup menetap di panti. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti ingin melihat pengelolaan sistem kontrak sosial yang berkaitan dengan hubungan Lembaga Sosial Hafara dengan gelandangan dan pengemis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori JJ Rosseau tentang kontrak sosial, lembaga sosial, dan konsep gelandangan pengemis. Teori tersebut digunakan untuk mengerangkai penelitian yang menjelaskan peranan lembaga sosial dalam mewujudkan kemandirian gelandangan pengemis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif dapat memberikan gambaran secara mendalam mengenai pelaksanaan sistem kontrak sosial dalam pemberdayaan gelandangan pengemis oleh Lembaga Sosial Hafara. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Lembaga Sosial Hafara, yang beralamat di Dusun Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Kontrak sosial dalam hal pelayanan sosial berbeda dengan kontrak sosial pada umunya. Kontrak sosial dalam hal ini menunjukkan hubungan yang tidak setara antara lembaga sosial hafara dengan binaannya. Hafara memiliki semboyan ”kami hanya pelayan”, yang artinya selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi binaannya agar mereka bisa mandiri dan hidup sejahtera. Pada realitasnya penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan sistem kontrak sosial yang dilakukan di hafara belum optimal. Para binaan mendapatakan pelatihan wirausaha namun belum bisa mengaplikasikannya secara mandiri. Hal tersebut dikarenakan kondisi mental binaan yang sudah mengalami ketergantungan dengan kehidupan di panti. Selain itu hafara tidak fokus pada penanganan masalah sosial bidang tertentu. Hafara banyak menangani permasalahan sosial di berbagai bidang antara lain: lansia terlantar, psikotik, jenazah terlantar, anak jalanan, bayi terlantar dan pendampingan pelayanan kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut fokus tujuan kontrak sosial dalam mewujudkan kemandirian gelandangan dan pengemis menjadi bergeser pada fokus penanganan rehabilitasi gelandangan psikotik. Kata kunci : Lembaga Sosial, Sistem Kontrak Sosial, Penanganan Gelandangan dan Pengemis

The aim of this study is determine the role of Social Institutions Hafara in empowering homeless and beggars through the method of the social contract. Social institutions Hafara have a lodgment system with social contract requirement, that is, when vagrants and beggars had entered the institution, they should not go back to the streets and must participate in the Productive Economic Business (Usaha Ekonomi Produktif/UEP). It was developed by Hafara Institution. The existence of homeless and beggars were accommodated in Hafara are increasing every year, but this is not proportional with the number of homeless and beggars who is going out from Hafara. It has an impact to the number of inmates who live in institution. In this regard, the researchers wanted to see the management of social contract system which is related with the relationship between Hafara Social Institution with vagrants and beggars. The theory which is used in this research is JJ Rousseau's theory. It is about social contract, social institutions, and the concept of vagrant beggars. The theory was used to make framework research that explains the role of social institutions in realizing independence of vagrant beggars. This study used a qualitative research approach. Qualitative research methods can provide in-depth description regarding to the implementation of social contract system in the empowerment of vagrant beggars by Social institution Hafara. Data collection techniques are observation, interviews and documentation study. The location of this research is in Social Institution Hafara, which is located in the hamlet Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. The social contract, in terms of social service is different with the social contract in general. Social contract in this case, shows the unequal relationship between social institutions hafara with their fellow. Hafara has a motto "We’re only a servant", which means hafara always provide the best service for their fellow so that they can be independent and have prosperous life. In reality these studies show that the management of the social contract system in hafara was not optimal yet. The fellow got entrepreneurial training but they could not apply it independently. That was because the mental condition of the fellow are already addicted to life at institution. Additionally hafara is not focus on handle particular social issues. Hafara handled a lot of social issues in various fields, such as neglected elderly, psychotic, abandoned dead body, street children, abandoned babies and health care assistance. In this regard, the focus of social contract aim on realizing the independence of homeless and beggars became focus to the rehabilitation treatment of psychotic vagrants. Keywords: Social Institutions, Social Contract System, Handling Homeless and Beggars

Kata Kunci : Kata kunci : Lembaga Sosial, Sistem Kontrak Sosial, Penanganan Gelandangan dan Pengemis

  1. S1-2016-299535-abstract.pdf  
  2. S1-2016-299535-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-299535-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-299535-title.pdf