KETERKAITAN PENGALAMAN BULLYING DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF-ESTEEM PADA KELOMPOK USIA DEWASA AWAL
SIGMA PRESILIA E, Maria Goretti Adiyanti, Dr.,M.S., Psikolog.
2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk melihat kaitan antara pengalaman bullying, pola asuh orang tua, dan self-esteem pada kelompok usia dewasa awal. Pengalaman bullying dikategorikan menjadi dua yaitu sebagai pelaku dan korban. Sedangkan pola asuh orang tua dikategorikan ke dalam empat gaya pola asuh yaitu authoritative, authoritarian, neglectful dan indulgent/permissive. Subjek penelitian ini berjumlah 106 (86 perempuan, 20 laki-laki) dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Korelasi antara pengalaman bullying dan self-esteem dianalisis menggunakan korelasi Pearson�s Product Moment. Korelasi antara pengalaman bullying dan self-esteem menunjukkan bahwa pada subjek yang memiliki pengalaman bullying dominan sebagai pelaku, r = -0,246, p< 0,05, sedangkan subjek yang memiliki pengalaman bullying dominan sebagai korban, korelasinya adalah r = -0,352, p< 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif antara pengalaman bullying dan self-esteem pada usia dewasa awal. Dari hasil Uji two�way ANOVA (pengalaman bullying >< pola asuh orang tua) menunjukkan tidak ada perbedaan self-esteem berdasarkan pengalaman bullying (F(1,98)= 0,141; p > 0.05) namun ada perbedaan self-esteem berdasarkan pola asuh orang tua (F(3,98)= 4,543; p < 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara pengalaman bullying dengan self-esteem pada usia dewasa awal. Individu yang memiliki pengalaman bullying menunjukan ada perbedaan self-esteem berdasarkan tipe pola asuh orang tua. Kata kunci: pengalaman bullying, self-esteem, pola asuh orang tua
This study aimed to examine the association between bullying experiences, parenting styles and self-esteem in early adulthood. Bullying experience was categorized into two, namely as perpetrators and victims. Parenting style was categorized into four, i.e. authoritative, authoritarian, neglectful and indulgent/permissive. Participants consisted of 106 psychology students (86 females, 20 males) from Universitas Gadjah Mada. Correlation between bullying experiences and self-esteem were analyzed by using Pearson�s Product Moment Correlation. The correlation between bullying experience and self-esteem in subjects who had bullying experience as dominant perpetrators was, r = -0,246; p < 0,05, while in subjects who had bullying experience as dominant victim was r = -0,352; p < 0,05. The results showed a negative correlation between bullying experience and self-esteem in early adulthood. The results of two-way ANOVA (bullying experience >< parenting style) showed that there were no differences in self-esteem based on bullying experience (F(1,98) = 0,141; p > 0.05). However, differences were found in self-esteem based on parenting style (F(3,98) = 4,543; p < 0.05). In conclusion there was a negative correlation between bullying experience and self-esteem in early adulthood. Subjects who had experience of bullying showed different levels of self-esteem based on parenting style. Keywords : bullying experiences, self-esteem, parenting style
Kata Kunci : pengalaman bullying, self-esteem, pola asuh orang tua