Laporkan Masalah

Cerita Panji Narawangsa: Analisis Struktural Tzvetan Todorov

MOH. DZIKRI HENDIKA, Drs. Sudibyo, M.Hum

2016 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

ABSTRAK Cerita Panji familiar di mata masyarakat Indonesia, terlebih di dalam lingkup kebudayaan Jawa. Dalam hal ini, sebagian orang Jawa tentu mengenal Galuh Candra Kirana, seorang perempuan cantik dan lembut hatinya yang mendapat nasib buruk karena berpisah dengan suaminya. Galuh Candra Kirana baru dapat bersatu kembali dengan suaminya, Raden Putera, setelah ia menjadi tawanan Prabu Raja Sabrang. Keunikan cerita Panji Narawangsa menurut penulis menarik untuk diteliti secara mendalam. Sehingga, terwujudlah penelitian yang menggunakan pendekatan struktural Todorov ini. Pendekatan struktural Todorov merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada karya sastra dan tidak berdasar pada hal atau kenyataan di luar karya sastra, seperti sejarah, adat, serta agama. Tzvetan Todorov mengutarakan adanya tiga aspek telaah sastra dalam kaitannya dengan teori strukturalisme, yakni aspek sintaksis, semantik, dan verbal. Namun, dalam penelitian ini, rumusan masalah dibatasi hanya pada tataran aspek verbal dan sintaksis. Pada analisis sintaksis, cerita Panji Narawangsa diurai menjadi satuan-satuan naratif terkecil, yakni potongan-potongan peristiwa. Setelah menjadi satuan-satuan naratif terkecil, langkah yang dilakukan berikutnya adalah menentukan susunan berdasarkan hubungan sintagmatiknya. Susunan ini bisa bersifat temporal dan logis. Pada analisis verbal, satuan-satuan naratif terkecil dianalisis berdasarkan pencerita dan sudut pandang. Hal ini dilakukan karena peristiwa-peristiwa pada cerita Panji Narawangsa bukanlah peristiwa faktual sebagaimana dalam kehidupan nyata. Selanjutnya, hasil analisis data dalam penelitian ini membuktikan bahwa pada aspek sintaksis, alur cerita PN TBP tersusun secara kronologis (bersifat linier) dan kausalitas antarsekuennya. Sedangkan pada aspek verbal, pencerita utama PN TBP lebih sering muncul dalam dialog antarsubjek ujaran dan terdapat kesejajaran serta ketaatasasan penggunaan sudut pandang (sudut pandang berubah-ubah).

ABSTRACT The story of Panji is outstanding in Indonesia society, especially in Java culture. The most of Javanese knew about GaluhCandraKirana, the woman who�s beautiful and has kindhearted but had divorced with her husband. GaluhCandraKiranabe reconciled again with her husband, RadenPutera, after she had been captivated by Prabu Raja Sabrang. The unique part of the PanjiNarawangsa story was worth. So, the writer decided to research this story with Todorov structural approach. Todorov structural approach is the approach which focused to the literature work and doesn�t focus to the external facts of the literature work such as history, tradition, and religion. TzvetanTodorov said the three aspects of literature study that related to structuralism theory (syntax, semantics, and verbal). But, the writer bordered this research just in verbal aspects and syntax. The analyze of syntax in the story of PanjiNarawangsa was described as the smallest narratives�the parts of events. After that, the smallest narratives was arranged based on the syntax relationship. The arrange was temporary and logic. In the verbal analyze, the smallest narratives was analyzed based on the narrator and the point of view story. The writer did that because the events of PanjiNarawangsa story was not the factual event as the real life. In conclusion, the result of data analyze in this research could prove that the syntax aspects, the plot of PN TBP was arranged chronological (linear), and had causality between the sequences. Meanwhile in the verbal aspects, the main narrator PN TBP mostly appeared in the dialog between subject statements, and there was linearity as the point of view used (the point of view could changed).

Kata Kunci : Panji Narawangsa, struktural, Tzvetan Todorov, sintaksis, verbal.

  1. S1-2016-299450-abstract.pdf  
  2. S1-2016-299450-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-299450-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-299450-title.pdf