Laporkan Masalah

PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI MANGROVE DI KABUPATEN BANTUL

FARIO SEPTIAN P, Drs. Namastra Probosunu M.Si.; Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian tentang persepsi dan partisipasi masyarakat dalam konservasi mangrove masih terbatas khususnya di Kabupaten Bantul. Penelitian yang dilakukan di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul dan Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat, bentuk partisipasi, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam konservasi mangrove. Pemilihan responden dilakukan dengan metode snowball sampling, sehingga terpilih 86 orang responden, yang terdiri dari masingmasing 11 anggota kelompok pemuda di Dusun Baros, dan Dusun Tegalrejo serta 30 kepala keluarga di Dusun Baros dan 34 kepala keluarga di Dusun Tegalrejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda di Dusun Baros dan Tegalrejo serta Kepala Keluarga di Dusun Baros memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pengelolaan hutan mangrove. Persepsi kepala keluarga Dusun Tegalrejo terhadap pengelolaan hutan mangrove tergolong baik. Partisipasi masyarakat pada tiga tahap pengelolaan, yaitu tahap penanaman, pemeliharaan dan pemanfaatan dengan beragam bentuk partisipasi antara lain rapat persiapan, bersih-bersih lingkungan hutan mangrove dan menikmati keindahan alam. Tingkat partisipasi menurut tangga partisipasi Arnstein diperoleh pemuda di Dusun Baros yaitu konsultasi (27,3%), pendelegasian (27,3%), dan kontrol masyarakat (45,5%). Tingkat partisipasi pemuda di Tegalrejo yaitu konsultasi (18,2%), kemitraan (27,3%), pendelegasian (27,3%), dan kontrol masyarakat (27,3%). Tingkat Partisipasi kepala keluarga di Dusun Baros yaitu terapi (40%) pemberitahuan (3,3%) penentraman (16,7%), kemitraan (26,7%), pendelegasian masyarakat (3,3%) dan kontrol masyarakat sebesar (10%). Tingkat Partisipasi kepala keluarga di Dusun Tegalrejo yaitu manipulasi (44,1%), terapi (38,2%) pemberitahuan (3,3%) dan kemitraan (5,9%). Peran pemuda sangat menonjol dalam pengelolaan konservasi di Kabupaten Bantul.

Research about perception and citizen participation in mangrove conservation is limited, especially in Bantul regency. This research conducted at Tirtohargo village, Kretek district, Bantul Regency and Srigading village, Sanden district, Bantul regency had purposes, were: citizen perception, partcipation, and level participation of citizen. Total respondent of this research were 86 people, consist of 11 member of youth group in baros and tegalrejo, 30 family head in baros, and 34 family head in tegalrejo. Respondent was selected using snowball sampling method. The results were youth group in baros, youth group in tegalrejo and family head in baros the has very good perception of mangrove management. Family head ini tegalrejo has good perception of mangrove management. Citizen participation has three stages, there are planting, maintenance and usage. The level of citizen participation assessed by Arnstein's the ladder of participation. The level of participation of members of youth group in baros are at the consultation level participation (27,3%), delegated power (27,3%), dan citizen control (45,5%). The level of participation of members of youth group in tegalrejo consultation (18,2%), partnership (27,3%), delegated power (27,3%), dan citizen control (27,3%). The level of participation of family head in baros therapy (40%) notice (3,3%), placation (16,7%), partnership (26,7%), delegated power (3,3%) and citizen control (10%). The level of participation of family head in tegalrejo manipulation (44,1%), therapy (38,2%) notice (3,3%) and partnership (5,9%). The role of youth very prominent in the management of conservation in Bantul District.

Kata Kunci : Kata Kunci: persepsi, partisipasi masyarakat, tangga partisipasi, konservasi mangrove, Kabupaten Bantul

  1. S1-2016-318234-abstract.pdf  
  2. S1-2016-318234-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-318234-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-318234-title.pdf