EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: Kajian Pemberdayaan Perempuan Desa Di Dusun Keceme Suroloyo oleh Organisasi Serikat Perempuan Independen (SPI) Kulon Progo
INTAN DESTI ADMALIA, Dr. setiadi, M.Si.
2016 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAINTISARI Isu kesetaraan gender sudah akrab pada masyarakat desa yakni sebagai isu yang akan mengangkat posisi bahkan derajat perempuan untuk mendapatkan peran yang setara dengan laki-laki. Bukti nyata bahwa feminisme dan kesetaraan gender menjadi isu yang penting untuk diangkat adalah banyak munculnya lembaga-lembaga yang menaungi perempuan-perempuan agar lebih bisa bergerak untuk maju dengan melakukan pemberdayaan perempuan, seperti yang dilakukan oleh Serikat Perempuan Independen (SPI) di Kulonprogo. SPI Kulonprogo melakukan program pemberdayaan terhadap perempuan dimana pemberdayaan tersebut dimaksudkan untuk menyetarakan perempuan dengan laki-laki sehingga perempuan tersebut mampu untuk bersuara sama rata dengan laki-laki. Selain itu juga SPI Kulonprogo mendorong perempuan desa untuk mampu membangun perekonomian keluarga secara mandiri dengan mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka sendiri. Merujuk pada misi pemberdayaan yang dilakukan SPI Kulonprogo studi ini mengkaji keberhasilan pendekatan kelembagaan oleh SPI Kulonprogo dalam upaya pemberdayaan perempuan di masyarakat Suroloyo dan perubahan yang terlihat dari perempuan desa di Suroloyo setelah bergabung dengan organisasi terkait dengan kesadaran mereka untuk memperjuangkan hak-hak sebagai perempuan dan mampu bertindak setara dengan laki-laki. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yakni Oktober 2015 sampai Maret 2016 pada perempuan desa akar rumput di Dusun Keceme Suroloyo. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif yakni observasi dan wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini ada empat orang yang kesemuanya perempuan Suroloyo dari anggota SPI Kulonprogo. Informan yang dipilih berdasarkan anggota SPI Kulonprogo yang aktif dan pasif. Informan yang dibutuhkan untuk mendukung data Informan ini menjadi tolak ukur penelitian untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan yang dimanfaatkan oleh perempuan setelah mengikuti pemberdayaan di organisasi. Adapun juga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan perilaku dan perekonomian pada perempuan desa setelah melakukan program pemberdayaan yang diberikan oleh SPI Kulonprogo. Hasil studi menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh SPI Kulonprogo terhadap perempuan desa yang berbasis akar rumput mampu dimanfaatkan oleh beberapa anggota yang aktif mengikuti kegiatan kelompok. Perempuan desa mampu merubah perilaku dan memiliki kesadaran kritis, aktif, responsif dalam menghadapi permasalahan yang menyangkut peran mereka sebagai seorang perempuan. Sedangkan, untuk anggota yang pasif masih belum bisa memanfaatkan pemberdayaan dikarenakan masih kurangnya partisipasi dan juga peran gender yang masih kental dikeluarga menjadi penghalang mereka untuk bisa aktif di organisasi. Sementara keberhasilan organisasi dapat membuka akses para perempuan desa ini untuk bisa belajar pengetahuan baru serta meningkatkan kapasitas diri dalam membangun perekonomian.
ABSTRACT Gender equality issue has been a really common thing around Indonesia's society especially in village society and known as an issue which will lift up women's position level to get an equal role with men. The real fact that feminism and gender equality as an important issue to be lifted up is the appearance of many institutions which covered women's movement to advance by developing them selves, as did by Indonesian Women Union (SPI) in Kulonprogo. In Indonesia, especially in Java, the society still uphold the patriarchi culture that causing a big challange for modern institutions of organitations to in to conventional society. SPI conduct toward women developing program which means to equalize women with men so that these women can speak up equally through the men. Furthermore, SPI Kulonprogo pushes these village women to build the economy independently by developing their own potential. Refresh to the empowerment mission of SPI Kulon Progo, this research asses the success of the institutional approach by SPI Kulon Progo in an effort to empower the women of Suroloyo society and the transformation that we could see from the women in this village after joining this organization related with their conciousness to fight for their rights as women and can do anything equally with men. This research has done for six months from October 2015 until March 2016 the village women in Dusun Keceme Suroloyo. The research methode used is qualitative methode which are observation and in depth interview. There are four women in total at this research's informan which are all at these women are women from SPI Kulon Progo. The selected informants are from SPI Kulonprogo's active or passive members. These informants are the research's henchmark to recognize how much succes that has been hield by the women after joining empowerment programs in the organizations. The objective of this research is for to know the changes of behavior and economic within the village women after doing the empowerment programs that gave by SPI Kulon Progo. The output of this research shows that empowerment programs did by SPI Kulonprogo to the village women based on 'akar rumput' can be hield by some active members whom actively participated in the group activities. Village women can change their behaviour and have the critical, active, and responsive conscioushell facing the troubles related with their role as a woman. Meanwhile, the passive members still can't used the empowerment because of their less participation and the gender role in their family still being an obstacle for them to be active in the organization. Besides, the organizational successfull can be the open door of the acces for these women to learn a new knowledge and encourange their self capacity to build the economy. Women in Suroloyo have got more attention from the government and related agency so that they get a big change to voiciving their rights as a women.
Kata Kunci : Kata kunci: pemberdayaan perempuan, perempuan desa, organisasi perempuan