Laporkan Masalah

Pola Sebaran Gua Berpotensi sebagai Hunian Prasejarah di Kecamatan Semanu, Gunungkidul: Analisis berdasarkan Karakteristik Gua dan Unit Morfologi

FADDILA NUR RAKHMI, Jarwo Susetyo Edy Yuwono, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Geoarkeologi adalah penerapan metode dan konsep ilmu kebumian dalam kajian arkeologi dengan lima komponen kajian utama: konteks bentanglahan, konteks stratigrafi, pembentukan situs, perubahan situs, dan perubahan bentanglahan. Penerapan ilmu geoarkeologi diaplikasikan dalam penelitian ini yang bertujuan untuk (1) mendata gua dan ceruk yang ada di Kecamatan Semanu dan (2) menjelaskan pola sebaran dan potensi hunian gua dan ceruk tersebut berdasarkan analisis karakteristik gua dan unit morfologis. Kedua tujuan tersebut dicapai melalui metode penelitian semi-detailed survey dalam kerangka penelitian eksploratif induktif. Sintesis dari hasil kedua analisis tersebut diharapkan dapat menjelaskan persebaran gua dan ceruk dengan potensi hunian di Kecamatan Semanu. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Semanu yang terletak di tengah Blok Tengah Gunungsewu dengan dua karakteristik morfologis yang berbeda: zona Ledok Wonosari di wilayah utara dan kawasan karst Gunungsewu di selatan. Kondisi morfologis unik ini memiliki kaitan dengan pola persebaran 30 gua dan ceruk hasil survei dan data sekunder 35 gua air. Dari 30 gua dan ceruk yang ditemukan, empat diantaranya memiliki potensi tinggi sebagai hunian berdasarkan tiga indikator: (1) kelayakan huni yang mengkaji morfologi gua; (2) bentanglahan yang mengkaji kondisi lingkungan yang berpengaruh dalam pemilihan gua sebagai hunian; dan (3) potensi arkeologis berdasarkan temuan permukaan.

Geoarchaeology is application of methods and concepts from earth sciences in archaeological study with five main study aspects: landscape context, stratigraphical context, site formation, site modification, and landscape modification. The application of geoarchaeological approach in this research is aimed to (1) cataloguing caves and rockshelters in Subdistrict of Semanu and (2) explaining distribution patterns and settlement potential of said caves and rockshelters based on cave characteristics and morphological units analyses. Both goals are achieved through semi-detailed survey research method under inductive explorative research framework. Synthesis from these analyses are hoped to describe distribution of caves and rockshelters with settlement potential in Subdistrict of Semanu. This research is conducted in Subdistrict of Semanu, located in the middle of Centre Block of Gunungsewu, characterised by two distinct morphologies: Wonosari Basin in the northern region and Gunungsewu karst region in the south. These particular morphological conditions are related to distribution patterns of 30 caves and rockshelters from the survey and secondary data of 35 vertical caves. Four out of 30 caves and rockshelters found are highly potential as settlement based on three parameters: (1) settlement liability in regard to caves morphologies; (2) environmental aspect pertaining to selection of caves favourable as settlement; and (3) archaeological potential based on surface findings.

Kata Kunci : Gua, Semanu, Gunungkidul,Gunungsewu, Hunian, Geoarkeologi, Karst, Sebaran / Caves, Semanu, Gunungkidul, Gunungsewu, Settlement, Geoarchaeology, Karst, Distribution

  1. S1-2016-296292-abstract.pdf  
  2. S1-2016-296292-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-296292-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-296292-title.pdf