Laporkan Masalah

HUBUNGAN KARAKTERISTIK HUJAN DENGAN DEBIT PUNCAK DAN ALIRAN LANGSUNG DI DAS MIKRO JEMBLUNG, BANJARNEGARA

ARIGUSANTITA , Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Daerah Aliran Sungai Mikro Jemblung memiliki curah hujan yang tinggi dan kemiringan yang curam. Selain itu, jumlah penduduk yang semakin meningkat dan kebutuhan hidup yang semakin bertambah menyebabkan perubahan alih fungsi hutan menjadi penggunaan lahan lain juga semakin meluas. Hal ini membuat DAS Mikro Jemblung lebih mudah mengalami perubahan karakteristik hidrologi. Respon DAS Mikro Jemblung dapat diketahui dari adanya perubahan karakteristik DAS yang ditunjukkan dalam bentuk hidrograf aliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik hidrograf aliran yang berupa debit puncak (Qp), debit puncak spesifik (Qps), tebal aliran langsung (DRO), dan koefisien aliran langsung (C persen) di DAS Mikro Jemblung, serta untuk mengetahui hubungan antara karakteristik hujan dengan Qp, dan tebal DRO di DAS Mikro Jemblung. Data yang diambil pada penelitian ini berupa data hujan, data tinggi muka air, dan data debit aliran. Data hujan digunakan untuk memperoleh nilai karakteristik hujan. Hidrograf tinggi muka air diubah menjadi data hidrograf aliran menggunakan lengkung aliran. Hidrograf aliran digunakan untuk mengetahui nilai Qp, Qps, tebal DRO, dan C percent. Data karakteristik hujan diuji korelasi menggunakan software SPSS dan software SigmaPlot untuk mengetahui hubungannya dengan Qp dan tebal DRO. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Qps selama penelitian tergolong dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 0,07 m kubikidetik/km persegi hingga 0,67 m kubik/detik/km persegi. Nilai C persen di DAS Mikro Jemblung selama penelitian adalah 0,29 persen - 6,87 persen yang membuat DAS Mikro Jemblung termasuk dalam DAS dengan kategori yang baik menurut Peraturan Dirjen RLPS P.04/V-SET/2009. Hasil analisis menunjukkan karakteristik hujan yang paling berhubungan dengan Qp adalah nilai intensitas hujan puncak selama tiga puluh menit (I30) dan bersifat positif, yang berarti bahwa semakin besar nilai I30 maka Qp juga akan semakin besar. Hubungan positif juga ditemukan antara tebal DRO dengan tebal hujan.

Jemblung Micro Catchment had high rainfall and steep slopes. Landuse changes has increased rapidly. It made the water balanced in Jemblung Micro Catchment changed. This research aims to calculate the value of peak discharge (Qp), specific peak discharge (Qps), direct runoff (DRO), and direct runoff coefficient (C percent), as well as to find the relation between rainfall characteristic and Qp and DRO in Jemblung Micro Catchment. Rainfall, water level, and stream discharge were monitored during November 2015 � July 2016. The rainfall data was used to determine rainfall characteristic. Water level hydrograph were converted to discharge hydrograph using discharge rating curve. Value of Qp, Qps, DRO, and C percent was calculated using data from discharge hydrograph. Then, correlation test was run with the rainfall characteristic data for Qp and DRO using SPSS software and SigmaPlot. The result shows that the Qps was categorized in very good level (0,07 m cubic/sec/km square to 0,67 m cubic/sec/km square), the C percent was in low category (0,29 percent - 6,87 percent). Based on Peraturan Dirjen RLPS P.04/V-SET/2009, Jemblung Micro Catchment categorized as good water catchment. The maximum 30 minutes rainfall intencity (I30) had high positive correlation with Qp. On the other hand, rainfall depth had high positive correlation with DRO.

Kata Kunci : karakteristik hujan, debit aliran, hidrograf aliran, debit puncak, debit puncak spesifik, aliran langsung, C%