KERAGAMAN POLA PERGERAKAN PENUMPANG DALAM MENGAKSES HALTE TRANS JOGJA
NURMA RUBBY S, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP, Ph.D ; Dr. Ir. Dewanti, M.S
2016 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiPerencanaan sarana prasarana angkutan umum yang baik, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat sehingga bersedia menggunakan jasa angkutan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Pemerintah Daerah Yogyakarta berusaha menyediakan angkutan umum yang dapat diandalkan oleh masyarakatnya dengan menyediakan angkutan massal berbasis bus yaitu Trans Jogja. Trans Jogja dirancang oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan mobilitas seluruh masyarakatnya, tetapi seringkali masyarakat tidak bersedia menggunakan Trans Jogja karena alasan aksesibilitas untuk menjangkau halte Trans Jogja itu sendiri. Masyarakat merasa kesulitan dalam mengakses halte Trans Jogja, sehingga berbagai upaya untuk mengakses halte tersebut dilakukan, seperti menggunakan kendaraan pribadi dan menitipkannya di dekat halte Trans Jogja atau diantarkan oleh anggota keluarga yang lain. Keragaman pola pergerakan penumpang Trans Jogja untuk mengakses halte ini menjadi menarik untuk dipahami karena sangat erat kaitannya dengan keberhasilan penyediaan angkutan umum perkotaan yang selama ini selalu diusahakan oleh Pemerintah Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman pola pergerakan penumpang dalam mengakses halte Trans Jogja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman pola tersebut. Untuk mencapai tujuan itu, maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus karena bentuk pertanyaan penelitian dalam strategi studi kasus adalah �bagaimana� dan �mengapa� dimana pertanyaan-pertanyaan seperti ini berkenaan dengan kaitan-kaitan operasional yang menuntut pelacakan waktu tersendiri, dan bukan sekedar frekuensi atau kemunculan dan juga karena kemampuannya untuk berhubungan sepenuhnya dengan berbagai jenis bukti dokumen, peralatan, wawancara dan observasi (Yin, 2005). Pola pergerakan yang dihasilkan dari penelitian ini dibagi menjadi (2) dua kasus yaitu kasus halte dalam kota yang terdiri dari pola pergerakan berjalan kaki dan berkendaraan diantarkan, serta kasus halte luar kota yang terdiri dari dua pola pergerakan pada kasus halte dalam kota dan ditambah dengan pola pergerakan bersepeda motor sendiri serta naik angkutan umum. Sementara itu, faktor yang mempengaruhi pola pergerakan pada kasus halte dalam kota yaitu usia, kemampuan mengendarai kendaraan bermotor, kepemilikan kendaraan pribadi, maksud perjalanan, sisa waktu yang tersedia, cuaca, barang bawaan, jarak berjalan menuju halte, keputusan untuk naik Trans Jogja, penggunaan payung, kendaraan yang digunakan untuk mengantar, pengantar yang mengantarkan ke halte, dan jenis kendaraan yang digunakan. Faktor yang mempengaruhi pola pergerakan pada kasus halte dalam kota tersebut juga berlaku pada kasus halte luar kota, tetapi terdapat satu faktor tambahan yaitu faktor angkutan umum yang beroperasi.
The good planning of public transport infrastructures are expected by most people therefore the use public transport should be increased rather than private cars. Yogyakarta Regional Government provide a reliable public transport by providing a bus-based mass transit, namely Trans Jogja. Trans Jogja designed by the government to fulfill the mobility needs of people, but often people are not willing to use Trans Jogja because of accessibility to reach the Trans Jogja bus stop. People feel difficulty in accessing the Trans Jogja bus stop, so that the various attempts to access the bus stop is done, such as using private vehicles and left it near the Trans Jogja bus stop or delivered by other family members. The variety of Trans Jogja passenger movement patterns to access bus stop isinteresting to understand because it is so closely associated with the success of the urban public transport providing has always arranged by the Yogyakarta Government. This study aims to determine the variety of passengers movement patterns in accessing the Trans Jogja bus stop and identify the factors that affect the variety of the pattern. To achieve that goal, then used a qualitative research method with the case study strategy because the form of research questions in a case study strategy is the "how" and "why" where questions like this regarding the linkages operational demands time tracking of its own, and not a frequency or appearance and also because of its ability to deal fully with the various types of evidence documents, equipment, interview and observation (Yin, 2005). Movement patterns that resulted from this research is divided into (2) two cases, namely the case of the bus stops in the city that consists of the walking and delivered using vehicle movement pattern, and the case of the bus stop outside the city that consists of two movement patterns in the case of the bus stops in the city and added with the driving motorcycle and ride public transportation movement pattern. Factors affecting the movement pattern in the case of the bus stops in the city, namely age, ability to drive a motor vehicle, private vehicle ownership, purpose of travel, rest the time, weather, luggage, walking distance to the bus stop, the decision to ride the Trans Jogja, umbrella use, vehicles used to deliver, people who deliver to stop, and the type of vehicles used. Factors affecting the pattern of movement in the case of the bus stops in the city also apply in the case of bus stops outside the city, but there is an additional factor that is operate public transport.
Kata Kunci : Pola Pergerakan Penumpang, Trans Jogja, Studi Kasus