Laporkan Masalah

HUBUNGAN STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN KECENDERUNGAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA WANITA YANG TERKENA DAMPAK ERUPSI MERAPI DI HUNIAN TETAP PAGERJURANG CANGKRINGAN SLEMAN

TUTIK KUSDARYATI, Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes.

2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan bencana yang besar di Yogyakarta dan memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. Salah satu dampak yang timbul adalah stres yang diakibatkan oleh stresor psikososial. Wanita merupakan kelompok yang rentan terhadap stress, terutama kelompok ibu rumah tangga. Hal ini dikarenakan terjadi perubahan status ekonomi dan kehilangan keluarga yang dicintainya. Dari stress yang dialami memunculkan beberapa penyakit, diantaranya infeksi saluran kemih. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stresor psikososial dengan kecenderungan infeksi saluran kemih pada wanita yang terkena dampak erupsi merapi di hunian tetap Pagerjurang, Cangkringan, Sleman. Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus�September 2016 dengan melibatkan 47 responden wanita yang terkena dampak erupsi Merapi di hunian tetap Pagerjurang, Cangkringan, Sleman. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner Instrumen Penilaian Stresor Psikososial dan uji sampel urin. Analisis data menggunakan uji Fisher�s Exact Test. Hasil: Responden yang mengalami stresor berat sejumlah 36 responden (76,6%) dan yang mengalami stresor ringan sejumlah 11 responden (23,4%). Responden yang mengalami kecenderungan infeksi saluran kemih sejumlah 12 responden (25,5%) dan yang normal sejumlah 35 responden (74,5%). Terdapat hubungan antara stresor psikososial dengan kecenderungan infeksi saluran kemih dengan nilai p=0,020 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stresor psikososial dengan kecenderungan infeksi saluran kemih pada wanita yang terkena dampak erupsi merapi di hunian tetap Pagerjurang, Cangkringan, Sleman. Kata kunci: Hunian Tetap, Infeksi Saluran Kemih, Stresor Psikososial, Wanita

Background: Mount Merapi Eruption in 2010 was a major disaster in Yogyakarta and broadly impacted the community. One of the effects was stress caused by psychosocial stressors. Women were vulnerable to stress, especially housewives. This was because of a change in economic status and the loss of their beloved family. Stress experienced led to several diseases, including urinary tract infections. Objective: To determine the relationship between psychosocial stressors with urinary tract infections tendency in women who were affected by the Merapi eruption in permanent shelter Pagerjurang, Cangkringan, Sleman. Methods: The research used cross sectional method with 47 respondents of married woman in residential fixed Pagerjurang, Cangkringan, Sleman. The research was done in August-September 2016. Sampling method used was purposive sampling technique. Data were obtained using a questionnaire Instrument Psychosocial Stressors and urine tests. Data analysis used Fisher's Exact Test. Results: Respondents with severe stressors were 36 respondents (76,6%) and respondents experiencing mild stressors were 11 respondents (23,4%). Respondents with urinary tract infection tendency were 13 respondents (25,5%) and normal respondents were 35 respondents (74,5%). There was correlation between psychosocial stressors with a tendency to urinary tract infections (p=0.020, p <0.05). Conclusion: There was a correlation between psychosocial stressors with urinary tract infections tendency in women who were affected by the Merapi eruption in permanent shelter Pagerjurang, Cangkringan, Sleman. Keywords: Permanent Shelter, Psychosocial Stressors, Urinary Tract Infection, Women

Kata Kunci : Kata kunci: Hunian Tetap, Infeksi Saluran Kemih, Stresor Psikososial, Wanita

  1. S1-2016-336237-abstract.pdf  
  2. S1-2016-336237-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-336237-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-336237-title.pdf