Laporkan Masalah

SELEKSI RUMPUT LAUT DARI NUSA TENGGARA TIMUR SEBAGAI PENGHASIL POTENSIAL ANTIOKSIDAN DAN ASPEK BUDIDAYANYA

MUHAMAD AKBAR HAKIM, Noer Kasanah, Ph.D.; Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi potensi dan kandungan senyawa rumput laut dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai antioksidan. Selain itu mengetahui karakteristik budidaya rumput laut potensial antioksidan dalam rangka pembudidayaannya. Rumput laut diperoleh dari lima pantai dan tiga waktu sampling yang berbeda. Ekstrak etil asetat rumput laut diuji aktivitas antioksidannya menggunakan indikator DPPH 2 mM pada KLT. Fraksinasi ektrak dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam silica gel dan fase gerak heksana:etil asetat bergradien. GC-MS dan konjugasi dari database (Marinlit dan chemspider) digunakan untuk identifikasi prediksi senyawa aktif. Selain itu kajian aspek budidaya rumput laut dilakukan dengan mengamati pertumbuhan spesifik rumput laut terpilih pada tambak selama 35 hari. Perlakuan percobaannya yaitu perbedaan bobot bibit (15, 25, dan 50 g) yang dikombinasikan menggunakan/tanpa perendaman pupuk sebelum dibudidaya dengan tiga ulangan. Hasil pengujian antioksidan pada sampel terseleksi (30 sampel) di KLT dengan konsentrasi ekstrak 100 μg/μl menunjukkan bahwa 20 sampel mempunyai aktivitas antioksidan yang paling potensial. Lima sampel kemudian dipilih lagi berdasarkan diversitas spesies, diversitas lokasi dan waktu, serta biomassa sampel untuk bioassay guided fractionation yaitu Halimeda opuntia, Dictyopteris acrostichoides, Turbinaria ornata, Hormophysa cuneiformis, dan Gracilaria edulis. Hasil fraksinasi menunjukkan bahwa hanya T.ornata dan G.edulis yang menunjukkan aktivitas antioksidan. Berdasarkan analisa GC-MS, ditemukan senyawa cholest-5-en-3-ol pada G.edulis. Senyawa golongan sterol tersebut diprediksi berperan dalam aktivitas antioksidan G.edulis. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak dan fraksi aktif pada T.ornata dan G.edulis merupakan rumput laut dengan potensial antioksidan. Hasil kajian budidaya T.ornata dengan kombinasi perlakuan bobot awal 15g-perendaman pupuk menunjukkan pertumbuhan spesifik yang tertinggi yaitu 3,80 %. Penggunaan perendaman pupuk pada awal budidaya T.ornata dapat mempercepat pertumbuhan.

The aim of the study were to screen the potential of seaweeds from East Nusa Tenggara (NTT) as an antioxidant, identify bioactive compound and study for cultivating. Seaweeds were collected from five locations at three different sampling times. The antioxidant activity of ethyl acetate extract were examined using indicator DPPH 2 mM on TLC. Bioassay guided fractionation was conducted on column chromatography using silica gel with gradient eluent hexane to ethyl acetate. Fractions containing bioactive compounds were identified using GC-MS in conjunction with database (Marinlit and Chemspider). In addition, study cultivation was observed specific growth of selected seaweed for 35 days in fishpond. There are six combinations of treatment: varied weight of seed (15, 25, and 50) and pretreatment fertilized or without fertilize, three replication. Result showed that 20 samples of selected seaweed extract (30 samples) have strong antioxidant activity in 100 μg/μl. Five samples were reselected for bioassay guided fractionation based on biomass, diversity of species, location and sampling times such as Halimeda opuntia, Dictyopteris acrostichoides, Turbinaria ornata, Hormophysa cuneiformis, dan Gracilaria edulis. Fractionation result showed that only T.ornata dan G.edulis have antioxidant activity. Identification of bioactive compound from G. edulis under GC-MS analysis were predicted as cholest-5-en-3-ol. We predicted that sterol was the one that responsible as antioxidant activity. Based on the results of the study, extracts and active fractions on T.ornata and G.edulis were potential as antioxidant. Result of cultivation study on T.ornata shows that a weight 15g with fertilized exhibit the highest specific growth, 3.80%. Fertilizer on T.ornata cultivation can increase growth rate.

Kata Kunci : Antioksidan, DPPH, KLT, pertumbuhan spesifik, rumput laut

  1. S1-2016-318184-abstract.pdf  
  2. S1-2016-318184-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-318184-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-318184-title.pdf