Laporkan Masalah

PERTUMBUHAN SEMAI KRANJI (Pongamia pinnata) DENGAN PENGGUNAAN POT ORGANIK PADA PERBEDAAN INTERVAL PENYIRAMAN DAN JENIS MEDIA TANAH TAMBANG

PUTRI EARLY ANGGARI, Dr.Ir. Eny Faridah, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kendala keterbatasan air dan kondisi kimia tanah umum dijumpai di lahan pascatambang. Karakteristik lahan pascatambang batubara adalah tempatnya yang terbuka, bersuhu tinggi, pH tanah rendah, kandungan aluminiumnya tinggi, dan miskin unsur hara. Karakteristik lahan yang demikian menjadi pertimbangan dalam pemilihan spesies untuk revegetasi. Pongamia pinnata (kranji) merupakan spesies yang sering digunakan dalam usaha revegetasi lahan pascatambang berdasarkan toleransinya terhadap kondisi kekeringan dan tanah marjinal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh interval penyiraman dan jenis media terhadap kondisi fisiologis dan pertumbuhan semai kranji. Penelitian ini juga akan menguji kesesuaian kranji sebagai spesies revegetasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga Maret 2016 dengan masa pengamatan sampel selama 4 bulan. Sampel pengamatan berupa semai kranji berasal dari cabutan alam di Banyuwangi yang telah dipelahara selama 5 bulan. Media tanah diambil di kawasan PT Berau Coal, Berau, Kalimantan Timur. Pot organik berbahan dasar seresah daun dijadikan perlakuan dasar dalam penelitian ini. Perlakuan penyiraman 3 hari sekali diberikan mewakili kondisi cukup air dan penyiraman 7 hari sekali mewakili kondisi kekurangan air. Perlakuan jenis media berupa media tanah hutan sekunder, disposal, dan overburden. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Parameter yang diukur adalah jumlah klorofil total, tinggi, diameter, berat kering tajuk, berat kering akar, dan nisbah berat kering tajuk : akar semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kranji sesuai untuk diaplikasikan sebagai spesies revegetasi karena ketahanannya terhadap keterbatasan air dan kondisi tanah pascatambang. Hal tersebut dibuktikan dengan perlakuan interval penyiraman yang tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah klorofil total, nisbah berat kering tajuk : akar, dan berat kering akar dan perlakuan jenis media tanah yang tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah klorofil total, diameter, dan berat kering akar.

Water stress and poor soil chemical condition are common in post-mining land. The general characteristics of post-mining land are open, high-temperature, low soil pH, high aluminium content, and poor nutrient level. Those land characteristics should be taken into consideration in selecting species for revegetation. Pongamia pinnata (kranji) is a species often used in revegetation of post-mining area due to its tolerance to drought and marginal soils. This research aims to identify the effect of watering interval and soil media on physiological condition and growth of kranji seedlings. It also aims to analyze the suitability of kranji as revegetation species. This research was conducted in October 2015 until March 2016 with 4 months observation period. Kranji seedlings were collected from Banyuwangi and maintained for 5 months to acclimatize before treatment. Soil media were taken from the area of PT Berau Coal, Berau, East Kalimantan. Organic pot made from leaf litter were used as a basic treatment in this research. The treatments given included 2 levels of watering interval (once in 3 days and in 7 days) and 3 levels of soil media type (secondary forest, disposal, and overburden soil). This research used completely randomized factorial design (CRD). The parameters measured were the total chlorophyll, height, diameter, shoot dry weight, root dry weight, and top : root dry weight ratio. Based on these results, it can be assumed that kranji is suitable to be applied as revegetation species because it can tolerate drought and poor post-mining land condition. It is proved by watering interval treatment that is not significantly affect on total chlorophyll, root dry weight, and top : root dry weight ratio and soil media treatment that is not significantly affect on diameter, total chlorophyll, and root dry weight kranji seedlings.

Kata Kunci : Revegetasi, kranji (P. pinnata), jenis media, interval penyiraman, lahan pascatambang