Laporkan Masalah

PENGARUH KOMBINASI HERBAL VIRANUR DAN MENIRAN TERHADAP HATI DAN GINJAL PADA AYAM YANG DIVAKSIN AVIAN INFLUENZA

ERLIN YUNIARTI , Prof. Dr. Drh. Sri Hartati, SU

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Tanaman obat di Indonesia dikenal beraneka macam dan potensi tersebut belum banyak digali oleh peneliti di Indonesia. Herbal viranur yang berbahan baku campuran temu giring, kemukus, dan adas serta meniran banyak digunakan untuk anti inflamantori, anti virus, anti imunodefisiensi, anti bakteri, anti jamur, anti karsinogenik dan anti infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian herbal viranur dan meniran terhadap fungsi hati dan ginjal pada ayam yang di beri viranur dengan dosis 6,25 gram/KgBB dan meniran dosis 4,1 gram/KgBB yang dilarutkan ke dalam 200 ml air minum. Penelitian ini digunakan 47 ekor ayam yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok ayam kontrol yang tidak diberi herbal viranur-meniran dan perlakuan yang diberi herbal viranur-meniran secara oral. Pengambilan sampel organ hati dan ginjal dilakukan pada hari ke-44 dan dibuat preparat histopatologi dengan pengecatan HE. Sampel darah ikut diperiksa untuk dilakukan pemeriksaan SGPT. Hasil histopatologi organ hati tidak ditemukan adanya perubahan sementara organ ginjal ditemukan adanya degenerasi hidrofik dan nekrosis. Hasil pemeriksaan SGPT pada kelompok kontrol didapatkan rata-rata 13,68 U/L dan pada kelompok perlakuan di dapatkan rata-rata 17,66 U/L, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat herbal viranur dan meniran dalam jangka waktu 30 hari relatif aman.

Medicinal plants in Indonesia is known for a wide range of potential. Herbal viranur which is made of a mixture of sleigh, cubeb, and fennel and meniran are widely used for treatment of the anti inflamation, anti virus, anti immunodeficient, anti bacteri, anti fungi, anti cancer and anti infection. This research aims to know the influence herbal viranur and meniran against liver and kidney functions in chickens that give viranur with a dose 6,25 gram/Kg body weight dan meniran 4,1 gram/Kg body weight dissolve in 200 ml of drinking water. This research uses 47 chickens which are divided into two groups. Chicken group controls are not given herbal medicine viranur-meniran and treatment group are given herbal medicine viranur-meniran orally. Sampling liver and kidney were collected during necropsy on a days 44 and prepared for histopathology screening under HE stain. A blood sample is checked to performed SGPT. Liver organ histopathology results not found any changes while the kidney organs found the presence of macular hidrofik. SGPT shown control average 13,6 U/L and treatment shown average 17,6 U/L. Based on the results, the conclusion is that the use of herbal viranur and meniran at 30 days relatively safe.

Kata Kunci : Viranur, meniran, ayam, Avian influenza, hati, ginjal, SGPT/ Viranur, meniran, chicken, avian influenza, liver, kidney, SGPT

  1. S1-2016-329733-abstract.pdf  
  2. S1-2016-329733-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-329733-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-329733-title.pdf