HUBUNGAN SMART CITY DENGAN PERENCANAAN KOTA LONDON
YUSRA PURNAMASARI L, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, M.UP., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABerdasarkan data dari United Nations Population Fund, terdapat 50% dari penduduk dunia atau sekitar 3,3 milyar orang tinggal di daerah perkotaan pada tahun 2008. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 5 milyar pada tahun 2030. Peningkatan yang pesat dari populasi perkotaan di seluruh dunia, kota akan menghadapi berbagai kekhawatiran dan masalah. Masalah yang dihadapi berupa masalah fisik seperti infrastruktur dan polusi udara juga masalah ekonomi seperti pengangguran. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode studi kasus menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan program – program yang ada dalam penerapan smart city London dan bagaimana kaitan program tersebut terhadap pemecahan permasalahan perkotaan. Selain itu juga akan dilihat bagaimana peran smart city dalam perencanaan kota London. Kemudian akan ditarik pembelajaran sebagai bahan pertimbangan kedepannya untuk Indonesia dalam menerapkan konsep smart city. Kota London dipilih karena karena keunggulannya dalam bidang teknologi terutama keterbukaan data yang menjadi dasar dalam smart city Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan smart city dan perencanaan kota London dapat dilihat dari proses dan pererapannya. Program yang ditawarkan smart city merupakan bentuk operasional yang sifatnya tertentu, sedangkan kebijakan yang merupakan hasil dari perencanaan kota biasanya bersifat umum dan menyeluruh. Keduanya menawarkan solusi permasalahan perkotaan yang berfokus pada isu-isu utama perkotaan. Langkah untuk mencapai kondisi ideal dengan berfokus pada jangka tahun tertentu dijabarkan melalui kebijakan dan nantinya akan diselesaikan melalui program smart city melalui pendekatan teknologi dengan batasan waktu yang tidak ditentukan.
Based on data from the United Nations Population Fund, there are 50% of the world's population or approximately 3.3 billion people live in urban areas in 2008. This number is expected to rise to 5 billion in 2030. With the rapid increase of urban population in the world , the city will face a variety of concerns and problems. Problems such as infrastructure; environmental problems like air pollution; and also economic problems such as unemployment. This study uses a qualitative approach with the explorative case study method using techniques of content analysis . The purpose of this study was to describe programs that exist in the application of smart city London and how the program links to solving urban problems. It also will be seen how the smart city's role in the urban planning of London. Then it will be withdrawn learning as consideration for the future implementation of smart city in Indonesia. London have been selected for because of its superiority in the field of technology, especially the open data on which to base of the smart city. The results showed that the relationship smart city and urban planning of London can be seen from the process and the application. Programs which offered by smart city comcept is a specific operational form, while the policy is the result of urban planning are usually general and complete. Both offer the solution of urban problems that focus on the issues of urban primary. Description of ideal conditions by focusing on a particular year period outlined by the policy and will be resolved through a smart city program through a technological which time limit is not specified.
Kata Kunci : Smart City, Perencanaan Kota, Hubungan