Praktek Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia Purna di BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Yogyakarta
ASSUMPTA H, Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.
2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIBP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Yogyakarta merupakan sebuah lembaga yang menjalankan fungsi untuk melayani, menempatkan, dan melindungi para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di wilayah Yogyakarta. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemberdayaan bagi para TKI Purna melalui pelatihan usaha yang diberikan kepada para TKI yang telah menyelesaikan masa kerjanya di negara lain. Penelitian ini menggali mengenai keberlangsungan proses pemberdayaan tersebut dan keadaan para kelompok TKI Purna di Kabupaten Kulon Progo pada pasca pemberdayaan. Adapun penelitian ini juga membahas mengenai fungsi-fungsi perlindungan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh BP3TKI Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam bersama subjek, terlibat langsung di lapangan, dan dokumentasi. Informan utama pada penelitian ini adalah dua orang yang merupakan anggota kelompok TKI Purna Kabupaten Kulon Progo. Informan pendukung pada penelitian ini adalah tiga orang dari BP3TKI Yogyakarta. Hasil pada penelitian ini menggambarkan proses pemberdayaan TKI Purna di Kabupaten Kulon Progo yang dilakukan oleh BP3TKI. Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui pelatihan pengembangan usaha. Pada saat pasca pemberdayaan, seyogyanya dilakukan proses monitoring and evaluasi. Namun, yang terjadi di lapangan adalah ditiadakannya proses tersebut sehingga hasil pelatihan yang diberikan kepada para TKI Purna cenderung kurang maksimal. Pada dasarnya, para TKI Purna membutuhkan perhatian khusus dari lembaga BP3TKI untuk membimbing mereka di dalam membangun usaha untuk mencapai keberdayaan.
BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Yogyakarta is an organization that runs the service, placement, and protection function for Indonesian migrant workers in Yogyakarta area. One of their activities is empowerment for ex-Indonesian migrant workers through business development training for they who have finished their working contract. This research dig deeper about the continuity of that empowerment process and monitor the circumstances that happened in ex-Indonesian migrant workers community in Kabupaten Kulon Progo. This research also examine the protection and empowerment function of BP3TKI Yogyakarta. This research is a qualitative research. Collecting data method used in this research is observation, subjects interview, direct involvement in fields, and documentation. The main informants for this research are two members of ex-Indonesian migrant workers community in Kabupaten Kulon Progo. Supporting informants for this research are three members of BP3TKI Yogyakarta. The result of this research shows the empowerment process of ex-Indonesian migrant workers in Kabupaten Kulon Progo that is run by BP3TKI Yogyakarta. This empowerment forms in business development training. In ideal form, there should be monitoring and evaluation process after the training. In reality, what happened in the fields are the removal of those process so the training result is not maximal yet. Basically, ex-Indonesian migrant workers need specific attention from BP3TKI to guide them in building their business in order to make them empowered.
Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia Purna, Pemberdayaan, Usaha