Laporkan Masalah

TUGAS AKHIR ANALISIS STABILITAS GALIAN LERENG DENGAN PERKUATAN TIEBACK-WALL Studi Kasus PLTMH di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

AGATHA FEBRINA E.P, Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Rencana galian pipa pesat (penstock) PLTMH di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat titik tinjau CH. 140 memiliki kendala keterbatasan lahan yang memengaruhi pemilihan penanganan stabilitas lereng galian. Akibatnya lereng galian sisi kanan memiliki geometri lereng yang sangat curam dan berpotensi mengalami longsor. Pada penelitian ini dilakukan analisis stabilitas lereng yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi bangunan perkuatan lereng yang dapat memenuhi ketersediaan lahan di lokasi penanganan. Data primer diperoleh dari survei lapangan dan dilanjutkan dengan pengujian laboratorium. Analisis stabilitas lereng menggunakan bantuan perangkat lunak Slope/W dan Plaxis untuk mengetahui bidang gelincir lereng, faktor aman, dan besar deformasi tanah. Dari hasil pemodelan tersebut, diberikan rekomendasi bangunan perkuatan berupa tieback-wall. Desain jumlah tieback diperoleh dari hitungan tekanan tanah Rankine dan Coloumb, sedangkan besaran gaya pada tieback diperoleh dari perhitungan tekanan tanah Terzaghi dan Peck. Desain rencana galian CH. 140 pada galian lereng sisi A, memiliki faktor aman kondisi eksisting sebesar 2,252 dan deformasi total sebesar 5 cm. Pada kondisi beban dinamis diperoleh hasil faktor aman sebesar 1,869 dan deformasi total sebesar 7 cm. Pada galian sisi B, faktor aman untuk kondisi eksisting dan kondisi beban dinamis berturut-turut 0,722 dan 0,640. Struktur tieback-wall didesain dengan menggunakan dua tingkat angkur dengan masing-masing desain beban sebesar 722,59 kN dan 867,11 kN dengan panjang keseluruhan struktur 18 m dan 13 m. Kondisi stabilitas lereng galian dengan perkuatan tieback-wall memiliki faktor aman sebesar 1,427 dan deformasi total sebesar 4 cm. Pada kondisi beban dinamis, faktor aman sebesar 1,218 dan deformasi total sebesar 8 cm.

Penstock planning in Cianjur district, West Java, at CH. 140 experienced restriction of area problems which is affecting slope stability selection method. As a result, excavation slope in the side B has a steep slope geometry and potential of landslides. In this research, is done by slope stability analysis and provide recommendations of slope retraining to conform availability of area in the site. Primary data obtained by field survey and followed by laboratory testing. Slope stability analysis using software Slope/W and Plaxis to find slip surface, factor of safety, and ground movement. The modeling results give recomendation to slope retaining using tieback structure. Design number of tieback’s row is using Rankine and Coloumb apparent earth pressure and design load using Terzaghi and Peck apparent earth pressure. CH. 140 excavation plan design on the side A slope excavation, have a safety factor 2,252 in existing condition and total deformation 5 cm. The results in dynamic load conditions giving safety factor 1,869 and total deformation 7 cm. On the side B of the excavation, giving safety factor 0,722 in existing condition. The results in dynamic load conditions giving safety factor 0,640. Tieback-wall structure is designed with two anchors levels with each design load 722,59 kN and 867,11 kN, with an overall length of the structure 18 m and 13 m. The results of slope stability giving safety factor 1,427 and total deformation 4 cm. While in dynamic load conditions, the slope have safety factor 1,218 and total deformation 8 cm.

Kata Kunci : excavation, slope stabilization, Slope/W, Plaxis, tieback-wall, lagging and soldier beam