Laporkan Masalah

Evaluasi terhadap revitalisasi pada kawasan tepi sungai Kuin di Kota Banjarmasin

ERIZAL, Usni, Ir. Laretna T. Adishakti, M.Arch.,PhD

2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Revitalization is an effort to redevelop a city area because of lowering function and physical quality. But in fact many revitalization processes have not been completed yet after the project was over. In this case The Kuin riverside area in Banjarmasin South Kalimantan, was planned to revitalizing old city, by APBN budget in five years from 2001 to 2005. This research is intended to explore the Kuin riverside revitalization concepts, and also to describe as well as to analyze the implementation of those concepts. The research referred to the concepts of revitalization effort in three stages that consist of textual, contextual, and empirical, according to Garvin's ingredients i.e. market, entrepreneurship, lime, locution, financing and design. It used rationalistic and descriptive-qualitative analysis method. The result shows that revitalization program was not completely applied the revitalization concept yet. In fact, the revitalization program model is not different from the other sector projects that have been conducted before. It has been dominated by the government and consultant in the implementation processes, which has reduced the role of local stakeholders. It implies' in low work quality and inefficiency in managerial program system. Furthermore, it can he recommended that it's not suitable in replicating revitalization program for all regencies and cities in Indonesia. It needs to re-examine all benefit of the program, to centralize revitalization in the smaller. coverage area, and to increase local stakeholder involvement from the beginning until the end of this program.

Revitalisasi adalah upaya untuk menghidupkan kembali suatu kawasan kota yang telah mengalami penurunan kualitas fisik dan fungsi. Kenyataan menunjukan banyak ditemui proses revitalisasi pada suatu kawasan kota tidak terjadi begitu proyek revitalisasi selesai. Kawasan tepi Sungai Kuin di Banjarmasin telah direncanakan untuk direvitalisasi dibiayai melalui APBN dengan waktu pelaksanaan 5 tahun, dari tahun 2001 sarnpai tahun 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pemikiran serta konsep revitalisasi serta menganalisis sejauhmana konsep tersebut telah diimplementasikan dalam upaya revitalisasi. Penelitian ini melihat bagainiana konsep yang digunakan dan melatarbelakangi upaya revitalisasi pada kawasan tepi Sungai Kuin ini dari tiga tahapan; tekstual, kontekstual dan empiri dilapangan. Menggunakan 6 resep dari Garvin yaitu; Market, Entrepreneurship, Time, Location, Financing and Design, dengan pendekatan metode rasionalistik dan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa program revitalisasi di kawasan tepi Sungai Kuin ini masih belurn tepat menerapkan konsep revitalisasi dalam seluruh prosesnya. Model pengelolaan program revitalisasi ini hampir tidak berbeda dengan proyek sektoral yang telah dilakukan selama ini. Kenyataannya doiriinasi pemerintah dan konsultan dalam pelaksanaan telah mengurangi peran stakelu lokal dalam program, disamping kelemahanan pelaksanaan program dengan mode] proyek. Selanjutnya dapat direkomendasikan; perlu di pertimbang,kan kembali rencana kedepan untuk mereplikasi program revitalisasi ini pada seluruh kabupatenikota di Indonesia, perlunya kajian rnenyeluruh terhadap benefit program, perlunya memusatkan revitalisasi kawasan pada spot yang lebih keel' dulu dan perlunya melibatkan stakeholders lokal dari awal perencanaan sampai selesai pelaksanaan.

Kata Kunci : Kawasan Permukiman, Tepi Sungai, Evaluasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.