REDESAIN STRUKTUR ATAS JEMBATAN LAYANG TERMINAL 3 ULTIMATE BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA DENGAN GELAGAR BOKS BAJA KOMPOSIT MENERUS BERDASARKAN AASHTO LRFD BRIDGE DESIGN SPECIFICATION 6th EDITION (2012)
LEORA AULIANI, Dr. Ing. Ir. Djoko Sulistyo
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILJembatan layang Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta didesain dengan struktur simple beam. Struktur simple beam kurang memungkinkan untuk mengakomodasi bentang yang panjang, sehingga dengan bentang yang pendek dibutuhkan banyak pilar untuk menopang struktur atas jembatan. Kajian ini dilakukan untuk mencari alternatif desain dari Jembatan layang Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan bentang yang lebih panjang dengan sistem balok menerus (continuous beam) berupa steel box girder. Penambahan panjang bentang dapat mengurangi jumlah pilar jembatan dan bangunan bawah jembatan. Kajian dilakukan dengan merubah struktur desain jembatan eksisting yaitu simple beam dengan panjang bentang 30 m menjadi jembatan dengan struktur balok menerus (continuous beam) dengan panjang bentang 45 m, dan merubah gelagar jembatan dari prestressed U-girder menjadi box girder baja komposit. Perancangan dilakukan dengan pedoman AASHTO LRFD Bridge Design Specification 6th Edition (2012) dengan bantuan program CSiBridge. Berat struktur atas jembatan eksisting dan redesain dibandingkan untuk mengetahui perubahan beban dari struktur atas jembatan. Perhitungan yang dilakukan menunjukkan bahwa profil box girder pada daerah tengah bentang yang memenuhi persyaratan memiliki web dengan kedalaman = 1,8 m dan tebal = 0,025 m, sayap atas dengan lebar = 0,55 m dan tebal = 0,03 m, dan sayap bawah dengan lebar = 6,1 m dan tebal = 0,03 m. Profil box girder pada bagian tumpuan tengah memiliki perbedaan ketebalan dengan profil box girder pada bagian tengah bentang, yaitu tebal web = 0,03 m, tebal pelat sayap atas = 0,04 m, dan tebal sayap bawah = 0,04 m. Berat box girder dengan dimensi tersebut permeter sama dengan 38,23% dari berat prestressed U-girder eksisting per-meter, sehingga box girder hasil perencanaan masih dapat didukung oleh pilar dan fondasi dengan desain eksisting, atau pilar dan fondasi yang lebih kecil. Kata kunci: jembatan, box girder baja, balok menerus, AASHTO 2012
Fly over of Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta International Airport is designed as simple beam structure. Simple beam structure is not recommended to accommodate a long span, so it takes many pillats to support the superstructer of the bridge. The study is conducted to looking for an alternative design of a Fly over of Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta International Airport with a longer span. Increment of span is intended to reduce the number of bridge�s piers and increase the space under the bridge. The study is done by changing the structure of the existing bridge that is simple beam with 30 m span length to a continuous beam with 45 m span length, and change the girder of the bridge that is PCU girder to a composite steel box girder. The design based on AASHTO LRFD Bridge Design Specification 6th Edition (2012). Result of the design shows that the box girder�s profile in midspan region that eligible have a web with depth = 1,8 m and thickness = 0,025 m, top flanges width = 0,55 m and thickness = 0,03 m, and bottom flange width = 6,1 m and thickness = 0,03 m. Box girder�s profile in midpier region has different thickness with box girder�s profile in midspan region, the differences are the web thickness = 0,03 m, the top flanges thickness = 0,04 m, and the bottom flange thickess = 0,04 m. Weight of the box girder with these dimensions is equal to 38,23% weight of the existing girder, so the box girder can still be supported by pillars with existing design. Keywords: bridge, steel box girder, continuous beam, AASHTO 2012
Kata Kunci : jembatan, box girder baja, balok menerus, AASHTO 2012