Laporkan Masalah

Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Pelaksanaan Perjanjian Peminjaman Buku di Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPAD DIY)

VERONICA PUSPA W, Taufiq El Rahman, S.H., M.Hum

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Kebutuhan hidup masyarakat di bidang ilmu pengetahuan merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi. Pemenuhan terhadap ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari buku, Akses buku yang sulit karena mahal dan langkanya buku menyebabkan adanya perpustakaan sebagai salah satu sarana untuk dapat mengakomodasi kebutuhan atas buku untuk masyarakat. Buku dalam perpustakaan dapat dipinjam dengan menggunakan perjanjian pinjam pakai. Salah satu asas perjanjian secara umum adalah asas itikad baik. Asas itikad baik adalah asas yang wajib digunakan dalam perjanjian karena tertuang dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata yang berbunyi bahwa �perjanjian harus dilakukan dengan itikad baik.� Itikad baik dalam bahasa Indonesia adalah kepatutan dan kejujuran sehingga perjanjian dengan asas itikad baik dimaksudkan bahwa perjanjian tersebut sesuai dengan asas kepatutan dan kejujuran oleh para pihak. Perpustakaan yang menggunakan perjanjian pinjam pakai adalah Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD DIY). Penerapan asas itikad baik merupakan hal diwajibkan dalam pembuatan perjanjian agar tidak adanya itikad buruk yang merugikan para pihak. Itikad buruk para pihak akan menyebabkan adanya wanprestasi dari sebuah perjanjian, Wanprestasi ini menyebabkan harus adanya upaya penyelesaian diantara para pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerapan asas itikad baik yang terjadi selama proses perjanjian pinjam pakai yang dilakukan di Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD DIY) dan juga upaya penyelesaian yang ada di Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD DIY) ketika terjadi itikad buruk yang menyebabkan adanya wanprestasi yang dilakukan oleh para pihak.

Science is the subject that need to be fullfill in people's life necessity. Book is the one of the way to fullfill the need of science. This days, book is more expensive and rare to be seen and that the reason why library became more popular to fulfill the need of book of science. People seeing library as the place to fullfill their needs. Library has the facility to borrow their book. They using the loaning agreement. In usual agreement principle that use is the good faith principle. The good faith principle is the one that must be use in any kind of agreement. Good faith principle written in KUHPerdata article 1338 paragraph 3 that read "agreement must be done with the good faith". Good faith in bahasa indonesia means decency and faithfulness that means the agreement need to be using the decency and faithfulness. Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (bpad diy) is the one of library that using loaning agreement. The implementation of good faith required when people making an agreement, it need to be done so the is no bad faith that leads to tort. The tort make both parties to have some way of resolving problem. The aim of this research is know how the good faith that happen along the agreement of borrowing book and how the way both parties resolve the tort or problem that may happen in future.

Kata Kunci : agreement, good faith, library, borrowing, book.

  1. S1-2016-373880-abstract.pdf  
  2. S1-2016-373880-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-373880-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-373880-title.pdf