Studi Etnografi Representasi Profesi Barista sebagai sebuah Identitas
VELINA AULIA A.A, Pulung S. Perbawani, S.I.P., M.M.
2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIJika membicarakan tentang barista, tentu akan timbul pertanyaan bagaimana sebenarnya seseorang bisa disebut sebagai barista dan syarat apa saja yang harus dimiliki seseorang untuk mendapatkan identitas sebagai barista. Kemudian ketika seseorang sudah dianggap atau mendapatkan identitas sebagai barista, tentu seseorang akan melakukan hal-hal yang merepresentasikan identitasnya sebagai barista. Seseorang tersebut akan melakukan berbagai macam cara untuk merepresentasikan dan mengkomunikasikan identitasnya sebagai seorang barista. Masing-masing individu memiliki cara yang berbeda-beda dalam merepresentasikan identitasnya sebagai seorang barista. Beberapa orang memilih dengan secara aktif menuliskan pengalaman-pengalamannya di dalam dunia perkopian di laman website ataupun blog pribadi, Membagikan ilmunya tentang bagaimana cara membuat kopi yang enak, bagaimana cara mengoperasikan alat-alat agar rasa yang keluar cenderung ke asam, manis ataupun pahit, bagaimana kemudian menceritakan ciri khas biji kopi dari daerah tertentu, dan membagikan ilmu lainnya yang bisa dengan mudah diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja tanpa ada idealisme ataupun mengharapkan rupiah karena semata-mata murni ia ingin berbagi tentang ilmunya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana lingkungan sosial dan habitus dari seorang barista akhirnya mempengaruhi bagaimana identitas seseorang terbentuk hingga profesi yang menjadi rutinitas sehari-hari akhirnya menjadi sebuah identitas yang melekat pada diri seorang individu.
Talking about barista, certainly will arise the question how could someone actually called a barista and what terms one should have to get an ID as a barista. Then when someone already considered or obtain identity as a barista, surely someone will do the things that represent identity as a barista. Someone will perform a variety of ways to represent and communicate the identity as a barista. Each individual has a different way of representing his identity as a barista. Some people choose to actively write down his experiences in the coffee world in the pages website or a personal blog, Sharing knowledge about how to make good coffee, how to operate equipment in order to taste that comes out tends to sour, sweet or bitter, how then tell hallmark coffee beans from a particular area, and the other to share knowledge that could be easily accessed by anyone, anytime and anywhere without any idealism or expect the rupiah because of the sheer pure he would like to share their knowledge. Therefore, this study was conducted to see how the social environment and habitus of a barista ultimately affect how a person's identity is formed by a profession that became a daily routine eventually becomes an identity that is inherent in an individual.
Kata Kunci : Identitas, Habitus, Representasi, Barista, Kopi, Lifestyle