Kajian Indeks Potensi Lahan Terhadap Pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah Menggubakan Sistem Informasi Geografi
SEKARARUM WIDYAN P, Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc.
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVSistem Informasi Geografi digunakan untuk menentukan arahan dan indeks potensi lahan pertanian sehingga akan memberikan informasi lokasi potensi lahan pertanian. Rencana tata ruang dibuat karena pada dasarnya ruang memiliki keterbatasan, oleh karena itu dibutuhkan peraturan untuk mengatur dan merencanakan ruang agar dapat dimanfaatkan secara efektif. Produk atau hasil dari perencanaan tata ruang wilayah dituangkan dalam bentuk dokumen berupa peta rencana tata ruang wilayah. Evaluasi adalah kegiatan untuk menilai kesesuaian antara tujuan dan hasil dari suatu kegiatan yang didasarkan pada suatu pedoman khusus. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap indeks potensi lahan di Kabupaten Sragen berdasarkan data Penginderaan Jauh dan mengevaluasi potensi lahan dan kesesuaian rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Sragen menggunakan Sistem Informasi Geografi. Metode yang digunakan adalah metode pengharkatan (skoring) dan tumpang susun (overlay). Pengharkatan dilakukan terhadap parameter-parameter penyusun Indeks Potensi Lahan yang meliputi kelerengan, litologi, jenis tanah dan hidrologi sebagai faktor pendukung serta kerawanan bencana erosi sebagai faktor pembatas. Tumpang susun (overlay) dilakukan terhadap peta Indeks Potensi Lahan yang telah dibuat dengan peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tata Guna Lahan tahun 2010 – 2030. Indeks Potensi Lahan menunjukkan Kabupaten Sragen terdapat kelas Indeks Potensi Lahan tinggi dan memiliki luas 3,82 km² dengan persentase 0,38 %. Kelas Indeks Potensi Lahan sedang memiliki luas 402,99 km² persentase 40,52 %, kelas Indeks Potensi Lahan rendah memiliki luas 573,99 km² persentase 57,72 %, dan kelas Indeks Potensi Lahan sangat rendah memiliki luas 13,68 km² persentase 1,38 %. Hasil penelitian kesesuaian lahan menunjukkan bahwa Kabupaten Sragen terdapat lokasi sesuai untuk potensi lahan dan memiliki luas 569,40 km² dengan persentase 57,26 % dan lokasi tidak sesuai untuk potensi lahan memiliki luas 425,09 km² dengan persentase 42,74 %.
This research aimed to study on application of GIS for assesing land potential index and to compare regional planning with land suitability based on land potential index. This method used scoring and overlay of the parameters to arrange the land potential index. Those parameters were slope, lithology, soil, hydrology, and erosion risk. The superimpossed of parameters used to produce land potential index were then compared with regional landuse plan for 2010-2030. Result of this research shows that Sragen Regency area has the high area of land potential index for agriculture was 3.82 km², with 0.38 % . The middle class of land potential index was 325.97 km² with 32.78 % , the high area of land potential index for agriculture was 651.8 km² with 65.54 % , and the lowest area of land potential index for agriculture was 12.9 km² with 1.3 %. Other conclusion in this research were that the land suitability based on regional planning was 83.55 % and the area not appropriate for agriculture area was 16.44 %.
Kata Kunci : Indeks Potensi Lahan, RTRW, SIG.