Laporkan Masalah

Kajian program pengelolaan air limbah perkotaan :: Studi kasus pengelolaan Ipal Margasari Balikpapan

NELWAN, Freddy Octavianus, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,PhD

2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Meningkatnya perkembangan Kota Balikpapan beserta penduduknya mempengaruhi tingkat penyediaan sarana dan prasarana kota. Salah satunya adalah penyediaan prasarana sanitasi lingkungan, terutama air limbah yang memerlukan penanganan tersendiri. Dalam kurun waktu 1995 – 2000, Pemerintah Kota Balikpapan melalui program Kalimantan Urban Development Project (KUDP) telah melakukan pembenahan infrastruktur kota, antara lain program perbaikan sanitasi lingkungan yang terdiri atas pembangunan pilot project jaringan pembuangan air limbah dengan menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kelurahan Margasari. IPAL tersebut telah dioperasikan pada tahun 2002 dengan kapasitas 800 m3/hari, dan melayani 1200 pelanggan. Kawasan sekitar IPAL tersebut sebagian terdiri dari bangunan terapung di atas air/pantai, dimana masyarakat menggunakan pantai sebagai wadah pembuangan air limbah rumah tangganya. Berdasarkan permasalah tersebut, diadakan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji kinerja program pengelolaan jaringan air limbah dengan IPAL tersebut serta persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan fasilitas UPT IPAL ini. Hasil analisis terhadap kinerja pengelolaan IPAL Margasari menunjukkan bahwa pelaksanaan program perbaikan sanitasi telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dengan jumlah sambungan pelanggan telah dapat melayani hingga 1500 SR, setara dengan seperlima luas wilayah kawasan permukiman atas air di Kecamatan Balikpapan Barat. Penyesuaian tarif retribusi seiring dengan penguranga n subsidi perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat. Kemudian hasil analisis terhadap persepsi masyarakat memperlihatkan bahwa mereka menyadari perlunya layanan air limbah dan merasa puas dengan kualitas layanan tersebut. Sementara hasil analisis terhadap tingkat layanan petugas menunjukkan hubungan yang signifikan antara penilaian kualitas layanan dengan kesiapan layanan, resposibilitas layanan, profesionalisme layanan, dan kepuasan terhadap layanan petugas dan sarana IPAL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program percontohan tersebut telah berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran, serta dapat diterima oleh masyarakat. Untuk itu direkomendasikan untuk dilanjutkan perluasan jangkauan layanan. Kemudian diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerja dan layanan IPAL, seperti peningkatan fasilitas pendukung, kesejahteraan pegawai, dan peningkatan partisipasi masyarakat

The development of Balikpapan City that caused by population growth affects in providing urban infrastructure. Domestic wastewater is one of that which needs special consideration with concern to infrastructure development. During 1995 – 2000, the Government of Balikpapan City improved the urban infrastructure by Kalimantan Urban Development Project (KUDP), such as sanitation rehabilitation program that consist of sewerage system by applying pilot project of WWTP (wastewater treatment plant) in Kelurahan Margasari. WWTP using extended aeration (AE) system has been running since 2002 with its capacity of 800 m3/day and covering 1200 household customers. The settlement surroundings built in floating structure of concrete or wooden stilts above water, which many people discharge the wastewater to the coast area. Based on that problem, the research was aimed to assess the performance of the wastewater management, and to observe the community perception about WWTP facility. The analysis towards IPAL Margasari management performance shows that the implementation of the sanitation rehabilitation program has been operating well. The WWTP can cover 1500 customers, which equal one fifth part of floating settlement area in Kecamatan Balikpapan Barat. Increasing retribution charge in accordance with subsidies reduction for WWTP operation and maintenance, needs to be done step by step and considers the community aspiration. Then, according to the analysis of community perception about WWTP facility level of service, generally they concern about wastewater treatment and satisfy with its service. In the other hand, there are significant relationships among readiness, responsiveness, professionalism, and customer satisfaction towards the WWTP clerks and facilities services. It can be concluded that the pilot project performs well in accordance with its goal and target, and accepted by the community. This research recommends that the program should be continued covering the extent area. Intensive management to increase WWTP performance and its service should be done continuously, such as supporting facilities, employees wealth, and increasing community and private sector participations

Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Pengelolaan Air Limbah,Evaluasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.