Laporkan Masalah

KINERJA REPRODUKSI INDUK KAMBING PERANAKAN ETTAWA PADA UMUR YANG BERBEDA ANTARA SISTEM PERKANDANGAN KELOMPOK TERNAK DAN INDIVIDU DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN DIY

RISNA NUR K, Prof. Ir. Ismaya, M.Sc., Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja reproduksi Kambing Peranakan Ettawa yang dipengaruhi oleh umur antara sistem perkandangan kelompok ternak dan individu. Parameter yang diamati ialah post partum estrus, post partum mating, service per conception, litter size, days open dan kidding interval. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan induk kambing yang telah beranak minimal dua kali, yaitu kelompok poel 2 dan kelompok poel 3, masing-masing 25 ekor pada setiap sistem perkandangan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik metode Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa post partum estrus dipengaruhi sistem perkandangan 3,54 ± 1,35 bulan vs 2,84 ± 1,55 bulan (P kurang lebih sama dengan 0,05). Post partum mating dipengaruhi oleh sistem perkandangan 4,10 ± 1,32 bulan vs 3,34 ± 1,31 bulan (P kurang lebih sama dengan 0,05). Litter size dipengaruhi oleh umur 1,72 ± 0,57 ekor vs 2,02 ± 0,74 ekor (P kurang lebih sama dengan 0,05). Kidding interval dipengaruhi oleh sistem perkandangan 8,90 ± 1,23 bulan vs 8,27 ± 1,33 bulan (P kurang lebih sama dengan 0,05). Days open dipengaruhi oleh sistem perkandangan 4,11 ± 1,32 bulan vs 3,36 ± 1,33 bulan (P kurang lebih sama dengan 0,05). Umur dan sistem perkandangan tidak saling berinteraksi untuk mempengaruhi kinerja reproduksi induk. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sistem perkandangan kelompok dapat meningkatkan kinerja reproduksi induk dan secara keseluruhan sistem perkandangan kelompok ternak cenderung lebih baik dibandingkan sistem perkandangan individu serta umur poel 3 cenderung lebih baik dibandingkan poel 2.

The research was conducted to determine reproduction performance of Ettawa Crossbred does at difference ages between group dan individual housing system. The parameters observed were post partum estrus, post partum mating, service per conception, litter size, days open and kidding interval. This research used does that had been kidding at least two times, were group poel 2 and group poel 3. On each housing system 25 does. Data were analysed variance using Completely Randomized Design (CRD) with 2x2 factorial arrangement. The result showed that post partum estrus affected by housing system 3.54 ± 1.35 months vs 2.84 ± 1.55 months (P is less than or equal 0.05). Post partum mating affected by housing system 4.10 ± 1.32 months vs 3.34 ± 1.31 months (P is less than or equal to 0.05). Litter size affected by ages 1.72 ± 0.57 head vs 2.02 ± 0.74 head (P is less than or equal to 0.05). Kidding interval affected by housing system 8.90 ± 1.23 months vs 8.27 ± 1.33 months (P is less than or equal 0,05). Days open affected by housing system 4.11 ± 1.32 months vs 3.36 ± 1.33 months (P is less than or equal to 0.05). Ages and housing system did not interact each other to affect the reproduction performance. The research conclusion group housing system can raise reproduction of does, totally there is tendency that group housing system is better than individual housing system and age of poel 3 tendency better than ages poel 2.

Kata Kunci : Peranakan Ettawa, Reproduksi, Umur, Sistem Perkandangan

  1. S1-2016-317489-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317489-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-317489-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-317489-title.pdf