Laporkan Masalah

Kajian pola kegiatan pemanfaatan lahan kasus kawasan wisata Baturaden Kabupaten Banyumas

PRIJANTO, Eko, Dr.Ir. Bondan Hermanislamet, M.Sc

2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Pola kegiatan pemanfaatan lahan Kawasan Wisata Baturaden Kabupaten Banyumas merupakan manivestasi perilaku pemanfaatan lahan sebagai respon dari pandangan pemanfaat lahan terhadap realitas lingkungan. Penelitian tentang pola kegiatan pemanfaatan lahan bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pemanfaatan lahan sehingga akan dapat diketahui cara faktor tersebut membentuk pola pemanfaatan lahan dan cara faktor tersebut mempengaruhi teijadinya simpangan pemanfaatan lahan terhadap rencana tata ruang. Penelitian yang dilakukan dalam batasan ruang berdasarkan Perda Kabupaten Banyumas No 09 tahun 1989 tentang Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Wisata Baturaden, dilaksanakan pada tanggal 3 September sampai dengan 3 Nopember tahun 2002. Penelitian dilakukan dengan metode deduktif kualitatif yaitu pendekatan penelitian yang diawali dengan konstruksi hasil tinjauan pustaka (teoritis) dan melakukan pengujian secara kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dengan menggunakan alat kerangka acuan wawancara dan pengamatan tangsung, sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan pengumpulan dokumen-dokumen terkait dari instansi pemerintah yang ada. Kualitatif analisis dilakukan dengan melakukan intepretasi pandangan masyarakat dan dengan tumpang tindih datadata spasial. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ; 1. Pengelompokan fungsi-fungsi bangunan berdasarkan sektor utama dalam kawasan wisata yaitu fungsi fasilitas wisata, fungsi perdagangan dan fungsi permukiman telah memberi gambaran pola pemanfaatan lahan yang beraturan. Keteraturan tersebut pada kelompok fasilitas wisata cenderung lebih memperhatikan faktor ketersediaan utilitas umum dan aksesibilitas lahan, sedangkan permukiman cenderung lebih memperhatikan faktor nilai lahan dan karakteristik fisikal lahan. 2. Adanya perdedaan kebutuhan dan keinginan {want and need) pada masyarakat pemanfaatan lahan yang merupakan perbedaan antara kebutuhan dasar dengan fasilitas yang diharapkan telah memberikan dorongan terjadinya simpangan pemanfaatan lahan dan dipicu pula oleh faktor-faktor inkonsistensi peraturan, ketidakjelasan peraturan, keadilan dalam penanganan pengendalian, program kompensasi dan kesadaran akan hak atas tanah, kurangnya kontrol lapangan, kesadaran masyarakat rendah, sosialisasi kebijakan penataan ruang dan koordinasi antara lembaga pemerintah sangat lemah.

The pattern of land use in Baturaden tourism area is a manifestation of community spatial behavior showing the response of people perception to the environmental reality of the area. The research aims to know the factors affecting community behavior in order to find out the manner by which these factors shape the pattern and abuse of legal planning regulation. Baturaden tourism area as locus of the study is defined in the Banyumas Regional Government Regulation no. 09/1989 on General Planning for Baturaden Tourism Area. The research was conducted from 3 September to 3 November 2002. The research applies deductive approach and qualitative analytic method which is initiated by constructing a theoretical review and followed with a qualitative testing upon secondary and primary data. The primary data are collected using an interview guideline and a direct observation as the instrument, while the secondary data are collected from related documents of government institutions. The qualitative analytic method was done by interpreting the people perception and overlaying the spatial data. The conclusions are : 1) There is grouping of building functions which shows an organized land use pattern based on the main sector in tourism area consist of tourism facility function, commercial function, and settlement function. There is different between the pattern of tourism function and setlement group. The pattern in tourism facility group tends to emphasize the availability factors both for the public facilities and land accessibility, while the pattern in settlement group tends to the factors of land value and physical characteristic, 2) There is difference between the want and need which has stimulated abuse of tourism land use plan. The 'want" oriented toward optimal of land value while the "need" priority in infrastructure accessibility. This abuse was triggered by the factors such as inconsistency (contradictory) and ambiguity of the regulation, fairness in the control handling, compensation program and awareness on the rights of land, lack of field control, low public awareness, and poor socialization for the region

Kata Kunci : Lahan Kawasan Wisata,Pemanfaatan

  1. S2-2003-EkoPrijanto-abstract.pdf  
  2. S2-2003-EkoPrijanto-bibliography.pdf  
  3. S2-2003-EkoPrijanto-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-EkoPrijanto-title.pdf