PENGELOLAAN ZAKAT BERDASARKAN ASAS KEADILAN (STUDI KASUS PENGELOLAAN ZAKAT DI MALANG JAWA TIMUR)
NUR FADHILAH, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H. ; Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si.
2016 | Disertasi | S3 Ilmu HukumPengelolaan zakat yang dilakukan oleh lembaga pengelola zakat belum memenuhi asas keadilan baik dari aspek pemberian kesempatan untuk melakukan pengelolaan zakat maupun aspek pemerataan pendistribusian zakat. Oleh karena itu, penelitian tentang pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan dalam peraturan perundang-undangan, mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan di Malang Jawa Timur; dan menganalisis prospek pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan di Malang Jawa Timur. Penelitian tentang pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan ini adalah perpaduan antara penelitian normatif dan penelitian hukum empiris yang dilakukan di BAZNAS Kota Malang, 5 LAZ, dan 7 amil zakat perkumpulan orang di Malang. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari masyarakat dan data sekunder yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka. Data primer yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data sekunder berupa bahan hukum dianalisis dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, pendekatan historis, dan pendekatan komparatif. Keseluruhan data tersebut dipertajam dengan batasan konseptual dan operasional keadilan dan selanjutnya dilakukan analisis yang bersifat preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan dalam peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pemberian kesempatan bagi lembaga dan perseorangan untuk melakukan pengelolaan zakat belum memenuhi ketiga unsur untuk dapat dikatakan adil, yaitu: kelayakan, kebebasan, dan persamaan kedudukan. Konsep pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan dalam peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pemerataan pendistribusian zakat sudah memenuhi kriteria ketepatan sasaran dan ketercapaian tujuan, sehingga sudah dapat dikatakan adil; 2) Pelaksanaan pengelolaan zakat di Malang sudah memberikan kesempatan dan peluang yang sama dalam pengelolaan zakat, baik kepada BAZNAS Kota Malang, kepada LAZ, maupun kepada amil zakat perseorangan atau perkumpulan orang dalam masyarakat. Pemerataan pendistribusian zakat di Malang belum memenuhi dua kriteria untuk dapat dikatakan adil, yaitu: ketepatan sasaran dan ketercapaian tujuan; 3) Prospek pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan di Malang berkaitan dengan pemberian kesempatan untuk melakukan pengelolaan zakat dalam peraturan perundang-undangan adalah pengaturan tentang regulator dan koordinator, serta pemberian kesempatan dalam pengelolaan zakat. Prospek pengelolaan zakat berdasarkan asas keadilan di Malang berkaitan dengan pemerataan pendistribusian zakat di Malang adalah pemberdayaan masyarakat berbasis zakat untuk memenuhi kriteria ketepatan sasaran dan ketercapaian tujuan.
The regulation on zakat management has not fulfilled the principle of justice in the opportunity to manage zakat, whereas the implementation of zakat management has not fulfilled the principle of justice in the aspect of equity of zakat distribution. Therefore, this study on zakat management based on the principle of justice aims at identifying and analyzing the concept of zakat management based on the principle of justice in legislations, describing and analyzing the implementation and the prospect of the zakat management based on the principle of justice in Malang East Java. This study is a normative law research and an empirical law research conducted in BAZNAS Malang, 5 LAZ,and 7 institutionals amil zakat in Malang. The types of data that are used are the primary data obtained directly from the society and the secondary data that are obtained from various literatures. The primary data that are gathered are analyzed by using qualitative approach. The secondary data in the form of legal materials are analyzed by legislation approach, concept approach, and historical as well as comparative approaches. The whole data are sharpened by the limitations of conceptual and operational justice and are analyzed prescriptively. The results of the research showed that: 1) The concept of zakat management based on the principle of justice in legislation that is related to the opportunity for both the institutions and individuals to manage zakat has not fulfilled the three elements of justice: feasibility, liberty, and equality. The concept of zakat management based on the principle of justice in legislation that is related to the equity of zakat distribution has fulfilled the criteria of target pertineness and the accomplishment of the objective, so it meets the criteria of justice; 2) The implementation of zakat management in Malang has provided equal opportunities in zakat management in BAZNAS, LAZ, institutionals and individual amil zakat. The equity of zakat distribution in Malang has not fulfilled two criteria of justice: target pertineness and the accomplishment of the objective; and 3) The prospect of zakat management based on the principle of justice in Malang that is related to opportunity to manage zakat in legislation is regulation on regulator and coordinator as well as opportunity to manage zakat. Meanwhile, the prospect of zakat management based on the principle of justice in Malang that is related to the equity of zakat distribution in Malang is community empowerment based on zakat to fulfilled the criteria of target pertineness and the accomplishment of the objective.
Kata Kunci : pengelolaan zakat, asas keadilan, pemberian kesempatan, pemerataan pendistribusian