Laporkan Masalah

Kajian kawasan lindung di kabupaten Purbalinga

SAMAD, Gunalan, Ir. Gunung Radjiman, M.Sc

2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Keberadaan kawasan lindung merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ruang dewasa ini. Di satu sisi kebutuhan lahan semakin meningkat, namun di sisi lain kebutuhan sumberdaya air juga semakin meningkat, sehingga memerlukan kawasan lindung yang dapat menjadi wadah untuk menyimpan cadangan air. Untuk itu diperlukan suatu kajian analisis kebutuhan ruang kawasan lindung dalam satu wilayah tertentu, dalam hal ini studi kasusnya adalah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji keberadaan kawasan lindung di wilayah Kabupaten Purbalingga, dilihat dari kriteria fisik dan tingkat kebutuhan air penduduk. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel Fisik lingkungan dengan indikator kelerengan/kemiringan, jenis tanah dan intensitas hujan; variabel sosial dengan indikator jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan mata pencaharian; serta varibel ekonomi dengan indikator tingkat pendapatan. Untuk mengetahui areal potensial untuk kawasan lindung digunakan metoda analisis sistem skoring dan overlay peta serta metoda sistem deskriptif analitik. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan kawasan lindung secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Purbalingga menunjukkan bahwa luas wilayah yang berpotensi menjadi kawasan lindung adalah 11.630,17 Ha, sementara luas eksisting kawasan lindung adalah 11.328,02 Ha, sehingga total luas kawasan lindung di wilayah Kabupaten Purbalingga sebesar 22.958,19 Ha atau 29,52 % dari luas keseluruhan wilayah Kabupaten Purbalingga. Kemudian dalam rangka pemenuhan kebutuhan air, hasil kajian memperlihatkan bahwa debit mata air di Kabupaten Purbalingga saat ini sebesar 3.331,5 liter/detik, dengan asumsi air yang meresap sebesar 80% dari volume air hujan, dan luas kawasan lindung sebesar 11.328,02 Ha. Sementara itu kebutuhan air penduduk tahun 2001 diperkirakan sebesar 1.256,87 liter/detik, sehingga dapat dikatakan masih mencukupi dilihat dari potensi debit mata air eksisting. Ditinjau dari pemanfaatan air untuk mengairi sawah dan ladang, maka dengan luas sawah 18.313,28 Ha dengan pola panen dua kali setahun, akan menghasilkan beras sebanyak 205108376 Kg/Tahun, dan luas ladang 211.317,35 Ha akan menghasilkan 85332870 KgJTahun. Sementara kebutuhan pangan penduduk sebanyak 894.796 jiwa. pada tahun 2001 mencapai 178911723 Kgf'Tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan pangan penduduk masrh sangat tercukupi sehingga apabila dilihat dari daya dukung kebutuhan penduduk, maka keberadaan kawasan lindung belum perlu untuk diperluas, namun kawasan yang ada harus dipertahankan untuk mengantisipasi hal-hal yang diluar proyeksi rencana di masa datang.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Kawasan Lindung,Pembangunan Ruang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.