IDENTIFIKASI ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE VLF (VERY LOW FREQUENCY) DAN GEOLISTRIK DIPOLE-POLE DI LAPANGAN CIANJUR KAWASAN KARST JAWA BARAT
MAHMUDDIN MARBUN, Prof. Dr. Sismanto, M.Si.,
2016 | Tesis | S2 Ilmu FisikaPemetaan sungai bawah tanah daerah karst di kawasan Cianjur pegunungan karst Jawa Barat,telah dilakukan dengan menggunakan metode elektromagnetik dan Geolistrik Dipole-dipole. Formasi penyusun daerah kawasan karst Jawa Barat adalah batugamping, batu lempung, batugamping terkekarkan, batugamping keras dan padat, dan batugamping tidak mengandung air (rigid). Metode VLF ini terdiri dari 13 lintasan dengan panjang 750 meter dan spasi 10 meter. Berdasarkan dari hasil pengolahan data metode VLF diketahui bahwa nilai rapat arus ekivalen (RAE) yang tinggi menunjukkan batuan yang bersifat konduktif. Sementara metode Geolistrik ini terdiri dari 10 lintasan, dengan susunannya adalah sejajar antara jarak lintasan dengan spasi 20 meter dan bentangannya antara 300 meter. Hasil interpretasi data VLF menunjukkan adanya anomali rapat arus ekuivalen (RAE) dengan nilai yang tinggi berkisar 180 � 300 persen diindikasikan batugamping terkekarkan yang terisi oleh air, sedangkan anomali resistivitas 0,45 � 7,40 ohm.m diindikasikan sebagai lapisan batugamping lapuk yang terakumulasi dengn batu lempung, nilai resistivitas 186 � 701 ohm.m, diindikasikan batugamping terkekarkan yang terisi oleh air. Dengan ukuran rongga mulai 5-15 m, disetiap lintasan dengan jarak yang hampir sama pada kedalaman sekitar 15-105 m, terdapat rongga-ronga besar yang saling berhubungan.
Mapping underground river of the karst region in Cianjur karst mountain west java has been done using electromagnetic method and dipole-dipole geoelectricity. The composition formation of the region such as limestone, claystone, freactured limestone, hard and dense limestone, and limestone by no water content (rigid). VLF method was run along 13 lines with length 750 m and by the spacing is 10 m. Based on the result of data processing were known that high equivalent current density showed conductive rocks. While, geoelectrical method consisted of 10 lines by parallel configuration, with line space is 20 m, and the lenght of spread about 300 m. The result of VLF interpretetion showed that there were high equivalent curent density with range 180-300 percent which was interpreted as freactured limestone with water content, while the resistivity anomaliy in range 0,45-7,40 ohm.m was interpreted as weathering layer of limestone and accumulated with claystone, the resistivity value in range 186-701 ohm.m was interpreted as frectured limestone by water content. The sizas of cavity in range 5-15 m, there were large cavity which is interconnected. Keywords: resistivity, conductivity, limestone, fractured limestone
Kata Kunci : Resistivitas,konduktivitas,batugamping,batugamping terkekarkan