Laporkan Masalah

Hubungan Pengetahuan Gizi dan Preferensi Makanan pada Konsumen Angkringan Tradisional di Kota Yogyakarta

ADELYA PUTRI P, Lily Arsanti Lestari; Th. Ninuk Sri Hartini

2016 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Indonesia sebagai negara berkembang mengalami masalah gizi ganda. Selain masih berkembangnya penyakit menular, muncul penyakit tidak menular (PTM) yang disebut juga dengan penyakit degeneratif. Pemilihan dan konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif. Makanan tinggi lemak diantaranya makanan yang digoreng banyak dijumpai di angkringan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan atau preferensi makanan seseorang adalah pengetahuan gizi. Penelitian yang dilakukan di tempat berbeda menunjukkan bahwa pengetahuan gizi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan preferensi konsumen street food. Namun belum ada penelitian tentang hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi makanan pada konsumen angkringan tradisional di Kota Yogyakarta. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi makanan pada konsumen angkringan tradisional di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada konsumen angkringan tradisional di wilayah Kota Yogyakarta yaitu Kecamatan Jetis dan Umbulharjo. Terdapat 213 subjek penelitian yang terdiri dari 67 konsumen angkringan di Kecamatan Jetis dan 146 konsumen angkringan di Kecamatan Umbulharjo dengan pembagian berdasarkan pada populasi masing-masing kecamatan, jumlah penduduk keseluruhan kedua kecamatan, dan jumlah subjek penelitian. Subjek penelitian dipilih melalui accidental sampling. Subjek diminta untuk mengisi kuesioner pengetahuan gizi dan preferensi makanan. Jawaban subjek tersebut merupakan data yang kemudian dianalisis menggunakan Uji Spearman dengan tingkat signifikansi 5% untuk mengetahui ada tidaknya hubungan. Hasil: Sebanyak 123 (57,5%) subjek penelitian memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi. Sebanyak 130 (61%) subjek penelitian memiliki preferensi baik. Pengetahuan gizi dan preferensi makanan pada konsumen angkringan berhubungan secara statistik dengan p value sebesar 0,02 (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi makanan pada konsumen angkringan tradisional di Kota Yogyakarta.

Background: Indonesia as a developing country has double burden of malnutrition problem. There is not only the spreading of noncommunicable disease or degenerative disease, but also the spreading of infectious or communicable disease. Excessive high fat food choice and consumption is one of the risk factors of degenerative disease. The examples of high fat foods are fried foods that are sold at angkringan. The factor that can affect food choice or preference is nutrition knowledge. Former study showed that nutrition knowledge is one of the factors that relates to food preference of street food consumers. However, there had never been a study about the correlation between nutrition knowledge and food preference of traditional angkringan consumers in Yogyakarta. Objective: This study was conducted to find out the correlation between nutrition knowledge and food preference of traditional angkringan consumers in Yogyakarta. Method: This study was an observational study with cross-sectional design that had done to traditional angkringan consumers in Yogyakarta, especially in Subdistrict Jetis and Umbulharjo. There were 213 subjects of the study who consisted of 67 angkringan consumers in Jetis and 146 ones in Umbulharjo. The subject division was based on the populations in each subdistrict, the total population in those two subdistricts, and the total subject. The subjects of study were selected by accidental sampling method. The subjects of the study were asked to fill and complete the nutrition knowledge and food preference questionaires. All data were statistically analyzed using Spearman Test with significant level of 5% to see weather there was a relation or not. Result: A number of 123 (57,5%) subjects of the study had a good knowledge about nutrition. A number of 130 (61%) subjects of the study had a good food preference. The nutrition knowledge related to the food preference of traditional angkringan consumers statistically with p value 0,02 (p<0,05). Conclusion: There was a correlation between nutrition knowledge and food preference of traditional angkringan consumers in Yogyakarta.

Kata Kunci : pengetahuan gizi, preferensi makanan, angkringan, street food

  1. S1-2016-335473-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335473-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335473-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335473-title.pdf