Laporkan Masalah

Pengaruh Jenis dan Bagian Pohon Mangrove terhadap Kadar Tanin dan Kualitas Kulit Samak yang Dihasilkan

MUHAMMAD FATHI KAWAKIBI, Rini Pujiarti, S.Hut., Ph.D; Dr. Bidhari Pidhatika

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Industri kulit dikenal sebagai industri yang tidak ramah lingkungan karena penggunaan berbagai bahan kimia berbahaya beracun. Bagian pohon mangrove berpotensi dan diduga dapat digunakan sebagai bahan penyamak nabati karena terdapat kandungan tanin namun belum banyak informasi pengaplikasiannya terhadap kualitas kulit samak yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang pemanfaatan dari beberapa jenis pohon mangrove serta pengaruh bagian pohon terhadap rendemen tanin dan kualitas kulit samak yang dihasilkan. Bahan penyamak nabati didapat dari 3 jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Sonneratia caseolaris, serta 2 bagian pohon yaitu daun gugur dan kulit batang. Sampel diekstraksi menggunakan pesawat Koch dan diikuti pengukuran kadar taninnya, tanin kemudian digunakan dalam proses penyamakan kulit kambing pikel segar. Penyamakan dilakukan dengan teknik konvensional menggunakan drum. Hasil dianalisa secara kuantitatif menggunakan dua faktor, yaitu jenis dan bagian pohon. Penelitian menggunakan desain percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Data hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan Honestly Significant Difference (HSD) pada taraf uji 95% Penelitian ini memberikan hasil rendemen tanin tertinggi pada jenis S. caseolaris bagian daun, yaitu sebesar 7,55% plus minus 0,62. Kadar air bahan terendah adalah pada kulit S. caseolaris yaitu sebesar 15,68%plus minus 0,51. Pengujian kualitas kulit samak sesuai metode uji SNI 06-1795-1990 dan SNI 06-1794-1990 menunjukkan bahwa nilai suhu kerut tertinggi diperoleh pada perlakuan daun R. apiculata, yaitu sebesar 82,33 0C plus minus 4,04. Perlakuan dari kulit batang R. apiculata memiliki persentase kekerutan terendah pada suhu 100 oC sebesar 32,20 plus minus4,88. Kekuatan tarik tertinggi sebesar 550,657 kg/cm2 plus minus 29,43 diperoleh pada perlakuan daun A. marina. Kemuluran tertinggi yang sesuai SNI sebesar 41,31% plus minus10,54 diperoleh pada perlakuan dari kulit batang R. apiculata, dan kekuatan sobek lidah yang sesuai tertinggi sebesar 23,82 kg/cm 3,42 diperoleh pada perlakuan daun S. caseolaris. Hasil yang terbaik berdasarkan SNI 06-4362-1996 dan SNI 06-0251-1989 adalah kulit yang disamak menggunakan tanin dari daun R. apiculata

Leather industry is un-environmentally friendly due to the use of numerous dangerous and toxic chemicals. Some parts of mangrove trees are potential as the sources of vegetable tannins, however the lack of the information about their applications and influences to tanned leather. This aims of this study are information about the potentially of some mangrove trees species and influence of the tree parts to the tannins yield and quality of tanned leather. Samples were obtained from three mangrove species of Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Sonneratia caseolaris, with two parts from leaves and bark. Each sample was extracted using Koch extraction set-up followed by determination of tannin content. The extracted tannin was then used in the tanning process of goat pickled skin by means of conventional tanning techniques (using rotating drums). The study used completely randomized design (CRD) in triplicates. The test results were analyzed using variance analysis (ANNOVA) and Honestly Significant Difference (HSD) with test level of 95%. The result showed that highest tannin content, 7.55 plus minus 0.62% was obtained from the leaves of S. caseolaris, the lowest moisture content, 15.68 plus minus 0.51% was obtained the tannin bark of S. caseolaris. Testing the quality of tanned leather based on SNI 06-1795-1990 and SNI 06-1794-1990 showed that the highest shrinkage temperature with 82.33 plus minus 4.04oC, was obtained by treatment with tannin from leaves of R. apiculata. Treatment with tannin from bark of R. apiculata had the lowest percentage shrinkage with 32.20 plus minus4.88% at 100oC. The highest tensile strength of 550.657 plus minus 29.43 kg/cm2 obtained in leather tanned with tannin from leaves of A. marina. The highest elongation of 41.31plus minus 10.54% obtained in treatment with bark of R. apiculata, and the highest of the tongue tear strength of 23.82 plus minus 3.42 kg/cm obtained in treatment with tannin from the leaves of S. caseolaris. The best results based on SNI 06-4362-1996 and SNI 06-0251-1989 skin was tanned using tannin from leaves of R. apiculata

Kata Kunci : tanin, kulit kayu, daun, penyamak, kulit hewan