Penguatan UMKM Menuju ASEAN Economic Community, Studi kasus : Kota Magelang
ELYA FAEKOH, Drs. Hadriyanus Suharyanto, M.Si.
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memicu perlunya upaya penguatan UMKM agar UMKM mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan, salah satunya adalah UMKM di Kota Magelang. UMKM di Kota Magelang memiliki beberapa kelemahan seperti kemampuan sumber daya manusia yang masih kurang, kemampuan dalam hal manajerial yang masih kurang, kualitas produk yang belum cukup baik, masalah permodalan, pemasaran dan masih kurangnya kesadaran mengenai MEA. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh data mengenai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Magelang dalam rangka penguatan UMKM menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul dalam program-program penguatan UMKM yang dilakukan oleh pemerintah. Penelitian menggunakan konsep integrasi ekonomi yang menjelaskan adanya integrasi ekonomi memicu adanya pro-competitive effect yang memaksa pemerintah untuk memperkuat kelembagaan UMKM dari berbagai sisi seperti yang dikemukakan oleh adiningsih berupa penguatan dari sisi institusi, penguatan jaringan UMKM atau perluasan pemasaran serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian dilakukan pada dua jenis UMKM yang tergolong dalam jenis usaha UKM yaitu UKM mainan anak di Jurangombo dan UKM tahu di Trunan. Hasil temuan dilapangan menunjukkan penguatan UMKM dilakukan dengan peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi dan standarisasi produk, pendampingan untuk pembinaan baik dalam bentuk pelatihan maupun sosialisasi, dan peningkatan jaringan pasar. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program berupa rendahnya kemampuan sumber daya manusia yang mengakibatkan kurangnya pemahaman terhadap beberapa materi pelatihan terutama terkait sosialisasi masyarakat ekonomi ASEAN, standarisasi SNI yang kurang diminati konsumen serta kurangnya modal.
Abstract ASEAN Economic Community (AEC) has led the need to strengthening micro, small and medium enterprises (MSMEs) so that MSMEs can survive amid competition, including MSMEs in Magelang city. MSMEs in Magelang has several weakness in human resources, marketing and managerial ability, products quality, financial problem and low awareness about ASEAN Economic Community. With the above background, the aim of this research is to get information about government�¢ï¿½ï¿½s effort toward strengthening MSMEs in Magelang City, in order to face the implementation of the ASEAN Economic Community. This research also wants to show several obstacles in the strengthening MSMEs programs. This research used economic integration concept that shows economic integration trigger pro-competitive effects that push the government to strengthen MSMEs in several aspect. Adiningsih (2002) shows that MSMEs need to be strengthen in institution, market expansion and the capacity of human resources. Research conducted on two industries, toy industries in Jurangombo, and soybean curd industries in Trunan, these two industries were classified in small and medium enterprises (SMEs). The study results showed that the government of Magelang City has strengthen MSMEs by improving products quality through Indonesian standardization (SNI) and product certification; mentoring and socialization also market network expansion. In implementation process, government face some obstacle such as the lack of human resources capacity, market opinion about SNI standardized product and financial problem.
Kata Kunci : MEA, ASEAN, Penguatan UMKM, Daya Saing