EVALUASI KESIAPAN INDUSTRI PENGGERGAJIAN DAN DEPO KAYU DALAM PEMENUHAN DOKUMEN SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU DI KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH
AJI HERLAMBANG, Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANPembalakan liar dan perdagangan ilegal dianggap sebagai pendorong deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia. Hal tersebut menggugah dunia untuk menerapkan sistem jaminan dan keabsahan kayu legal. Pemerintah Indonesia dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) berusaha meningkatkan kelestarian hutan dan perdagangan produk kayu legal di Indonesia. Salah satu sentra industri kayu di Indonesia ada di Kabupaten Klaten. Kabupaten Klaten merupakan sentra industri terbesar kedua di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan dari industri penggergajian kecil dan depo kayu dalam penerapan SVLK di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016 di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan survei di lapangan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran di lapangan ditambah dengan analisis SWOT guna merumuskan strategi dan alternatif dalam penerapan SVLK pada industri penggergajian kecil dan depo kayu. Pada penelitian ini diperoleh gambaran umum penerapan SVLK di Kabupaten Klaten yang masih banyak menemui kendala dan permasalahan terutama pada industri kecil. Kendalanya meliputi pada pemenuhan dokumen perizinan SVLK, kurangnya pemahaman tentang SVLK, dan biaya yang dinilai tinggi. Fakta di lapangan menunjukkan kurangnya kesiapan industri kecil dalam pemenuhan SVLK karena disebabkan kendala tersebut. Strategi yang harus diterapkan pemerintah dalam kondisi seperti ini adalah sosialisasi secara intensif yang menjangkau semua kalangan, mengadakan program pengadaan barang dan jasa bagi yang sudah mengurus SVLK, dan membuat peraturan percepatan SVLK.
Illegal logging and illegal trading were considered as the drivers of deforestation and forest degradation in Indonesia. It was prompt the world to implement a timber legality and validity system. The Indonesian Government with Timber Legality Verification System (SVLK) had tried to improve forest sustainability and trading of legal timber products in Indonesia. One of the central of timber industry in Indonesia where was in Klaten District. Klaten District is the second biggest of central industry in Province of Central Java. This study aims to determine the readiness of small sawmills and timber depot in the implementation of SVLK. The research was conducted in May 2016 in Klaten District, Central Java Province. This research used the qualitative and quantitative methods. Data were collected by conducting interviews and surveys in the field. The analysis was done descriptively to determine the picture on the field coupled with SWOT analysis to formulate strategies and alternatives in the application of SVLK small sawmills and timber depot. This study provides a general description of SVLK implementation in Klaten which still has many obstacles and problems, especially in small industry. The constraints are the fulfillment of the SVLK licensing documents, low understanding about SVLK, and expensive cost to do SVLK. Facts on the field indicate the lack of preparedness of small industries in the fulfillment of SVLK because it is caused by those constraints. The strategy that should be implemented by the government in these conditions which are conducting socialization that round up overall performers intensively, applying goods and service supply programme for performers that have done SVLK, and make the regulation about acceleration of SVLK implementation.
Kata Kunci : SVLK, Kesiapan, Strategi, Industri Penggergajian, Depo Kayu