Prarancangan Pabrik Maleic Anhydride dari Benzene dan Udara Kapasitas 32.000 Ton/Tahun
RENDI FEBRIYADI, Dr.Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK KIMIAMaleic Anhydride dewasa ini semakin banyak digunakan terutama sebagai bahan baku pembuatan resin dan polyester. Polyester digunakan sebagai bahan baku pembuatan baju, sedangkan resin digunakan dalam pembuatan fiberglass untuk membuatnya menjadi kuat, ringan, dan tahan terhadap korosi, seperti yang digunakan untuk pembuatan kapal, mobil, alat-alat elektronik dan sebagainya. Kegunaan lain dari Maleic Anhydride adalah sebagai additive dalam pembuatan pernis dan minyak pelumas. Proses pembuatan Maleic Anhydride dalam prarancangan pabrik ini adalah dengan mengoksidasikan benzene dalam reaktor fixed bed dengan bantuan katalis Vanadium Pentaoksida. Kemudian uap maleic anhydride diabsorbsi di menara absorber dengan menggunakan dibutyl phthalate. Maleic anhydride dipisahkan dari dibutyl phthalate di menara distilasi. Hasil keluaran menara distilasi, yaitu maleic anhydride cair, kemudian dipadatkan menjadi butir – butir Maleic Anhydride sebagai produk utama. Kebutuhan maleic anhydride di dunia semakin meningkat sepanjang tahun. Selama beberapa tahun terakhir ini, pemakaiannya di seluruh dunia meningkat rata-rata 5,3 % per tahun. Pertumbuhan terbesar berlangsung di Asia sebesar 7 % per tahun sedangkan di Amerika hanya 3,5 % tiap tahunnya. Diperkirakan permintaan maleic anhydride akan terus meningkat setiap tahunnya. Pabrik maleic anhydride dari benzena ini didirikan agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Kapasitas pabrik ini direncanakan mencapai 32.000 ton per tahun. Pabrik ini diproyeksikan untuk memacu industri dalam negeri sehingga dapat menambah lapangan kerja, serta maleic anhydride sebagai produknya dapat menjadi komoditas ekspor Indonesia
Maleic Anhydride nowadays increasingly being used primarily as a raw material for resins and polyester. Polyester is used as a raw material for making clothes, while the resins used in the manufacture of fiberglass to make it a strong, lightweight, and resistant to corrosion, such as those used for shipbuilding, automobile, electrical appliances and so on. Other uses of Maleic Anhydride is as an additive in the manufacture of varnishes and lubricants. The process of making Maleic Anhydride in this factory is to oxidize benzene in a fixed bed reactor with the catalyst Vanadium Pentaoxide. Then Maleic Anhydride vapors absorbed in absorber tower by using dibuthyl-phthalate. Maleic anhydride is separated from dibuthyl-phthalate in the distillation tower. The output of the distillation tower, which Maleic anhydride liquid, then compressed into grains - grains Maleic Anhydride as the main product. Maleic Anhydride in the world needs is increasing throughout the year. Over the last few years, its use worldwide increased by an average 5.3% per year. The greatest growth took place in Asia of 7% per year, while in the US only 3.5% annually. Maleic anhydride is estimated that demand will continue to increase every year. Maleic anhydride from benzene factory was established so that Indonesia can meet the needs of export and domestic demand. This plant capacity is planned to reach 32,000 tons per year. The factory is projected to spur domestic industries so as to increase employment, and Maleic Anhydride as products can be Indonesia's export commodities.
Kata Kunci : Maleic Anhydride, Benzene, Air, Udara, Benzena