VALUASI EKONOMI PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE PASCA REHABILITASI (Studi Kasus di Dusun Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes)
ADI SUPRIYONO, Agus Affianto, S. Hut., M. Si
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANKeberadaan hutan mangrove di Dusun Pandansari mengalami kerusakan akibat dari aktivitas penebangan dan pengalihan fungsi hutan mangrove menjadi tambak. Rehabilitasi hutan mangrove dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kerusakan kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui taksiran nilai ekonomi dan membuat rancangan pemilihan alternatif pengelolaan hutan mangrove pasca rehabilitasi. Penelitian ini dilakukan pada kawasan hutan mangrove di Dusun Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes dengan luas 28,5 hektar. Valuasi ekonomi hutan mangrove di Dusun Pandansari dilakukan menggunakan pendekatan with and without dari kegiatan rehabilitasi. Dalam penelitian ini rancangan alternatif pengelolaan hutan mangrove terdiri dari lima skenario. Skenario pertama merupakan alternatif pengelolaan dimana tidak dilakukan penebangan pada akhir daur. Skenario kedua sampai dengan skenario kelima dilakukan penebangan dengan kelipatan 25% pada akhir daur. Hasil kuantifikasi selama daur dari nilai manfaat langsung sebagai penghasil kayu adalah Rp 18.980.858,-/ha. Sedangkan manfaat tidak langsung diperoleh sebesar Rp 257.224.600,-/ha, terdiri dari nilai manfaat sebagai pencegah abrasi sebesar Rp 228.149.761,-/ha, dan sebagai penahan intrusi sebesar Rp 29.074.839,-/ha. Hasil analisis skenario pengelolaan diperoleh nilai tertinggi pada skenario I ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp 96.443.410,-/ha, BCR sebesar 4,998 dan IRR 19%. Sedangkan nilai terendah pada skenario V ditunjukkan dengan nilai NPV sebesar Rp 92.418.184,-/ha, BCR sebesar 4,832 dan IRR 19%. Nilai-nilai tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan rehabilitasi menguntungkan secara ekonomi.
The mangrove forest in Pandansaris Hamlet has damaged as a result of logging and conversion of mangrove forest into fishpond. Mangrove rehabilitation is one way to safe the coastal area in Pandansari Hamlet. This study aims to estimate economic value and to make alternative mangrove forest management after rehabilitation. This research uses 28,5 Ha mangrove forest area located in Pandansari Hamlet, Kaliwlingi, Brebes. The economic valuation of mangrove forest in Pandansari using the with and without method of rehabilitation. The alternatives mangrove forest management in consist of five scenarios. The first scenario was alternative management where there is no logging at the end of rotation. In second scenario until fifth scenario were logging in increments of 25% at the end of rotation. The result of this research shows quantitatively in one rotation, direct use value worth Rp 18.980.858,-/ha when mangrove forest used as timber, while the indirect use value of the mangrove forest is for about Rp 257.224.600,-/ha which includes Rp 228.149.761,-/ha from the abrasion preventing area and Rp 29.074.839,-/ha from the intrusion defense. Further analysis of mangrove forest management scenarios, the highest value obtained in scenario I, NPV value as much as Rp 96.443.410,-/ha, BCR value equal to 4,998 and IRR 19%. While the lowest value obtained in scenario V, NPV value as much as Rp 92.418.184,-/ha, BCR value equal to 4,832 and IRR 19%. Those values indicate a profitable economic gain from the rehabilitation activities
Kata Kunci : Mangrove, rehabilitasi, valuasi ekonomi, nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung